Eng Hian mengatakan, Prancis diuntungkan saat bertemu Indonesia. Dibilang menguntungkan karena kehadiran Popov bersaudara, membuat mereka dapat bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda putra.
Kondisi itu memberikan fleksibilitas bagi Prancis dalam penyusunan line-up. Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.
Betul saja, Prancis langsung unggul 3-0 atas Indonesia di nomor tunggal putra. Christo Popov menang 21-19 dan 21-14 atas Jonatan Christie. Lanjut ada Alex Lanier yang membungkam Alwi Farhan 21-16 dan 21-19. Di tunggal ketiga, Toma Junior Popov menghajar Anthony Ginting 20-22, 21-15 dan 22-20.
PBSI terang-terangan akan melakukan evaluasi dan pembinaan setelah kejadian ini. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan Prancis.
Bicara regenerasi pemain, tunggal putra Indonesia terlalu bertumpu kepada Jonatan Christie. Bahkan Anthony Ginting yang sudah lama absen, masih diandalkan sebagai tunggal putra ketiga.
Keputusan ini diambil karena Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubadillah belum benar-benar dapat diandalkan di ajang-ajang internasional. Sekarang harapannya PBSI berbenah sambil konsisten melahirkan bakat-bakat baru di dunia tepok bulu Tanah Air.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.