Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026, Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Sampaikan Pesan Penting

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |11:59 WIB
Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026, Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Sampaikan Pesan Penting
Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026. (Foto: PBTI)
A
A
A

SAMARINDA - Kota Samarinda resmi menjadi pusat perhatian taekwondo nasional seiring dibukanya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior 2026. Berlangsung di GOR Serbaguna Stadion Kadrie Oening, Kalimantan Timur, ajang ini menjadi panggung bagi 450 atlet muda bertalenta dari 31 provinsi untuk memperebutkan gelar terbaik mulai 23 hingga 25 April 2026.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., menegaskan Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan parameter krusial dalam mengevaluasi efektivitas pembinaan atlet di tingkat daerah.

1. Mencari Kader Unggul

Dalam sambutannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menekankan pentingnya regenerasi atlet yang merata di seluruh tanah air. Beliau memandang Kejurnas sebagai fondasi awal untuk membangun kekuatan taekwondo Indonesia di masa depan. Menurutnya, terpilihnya para atlet untuk bertanding di level nasional adalah sebuah kehormatan yang harus dijawab dengan prestasi.

“Harapan saya, dari Kejurnas ini akan terlihat hasil dari program pembinaan serta lahir kader-kader atlet baru dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” ujar Richard dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).

Beliau juga menambahkan keikutsertaan para peserta merupakan bentuk tanggung jawab besar karena tidak semua atlet memiliki peluang yang sama untuk mencapai titik ini. Dukungan kolektif dari pelatih dan ofisial pun disebut sebagai kunci utama di balik ketangguhan individu para atlet di atas matras.

Ketum PBTI, Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon. (Foto: PBTI)
Ketum PBTI, Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon. (Foto: PBTI)

2. Menjaga Integritas Pertandingan

Menyadari tensi tinggi dalam sebuah kompetisi nasional, Ketum PBTI memberikan pesan khusus terkait etika bertanding. Sportivitas dan profesionalisme menjadi dua poin utama yang ditekankan, baik untuk para petarung muda maupun para pengadil lapangan. Hal ini bertujuan agar Kejurnas tidak hanya menghasilkan juara secara fisik, tetapi juga juara secara karakter.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement