KISAH tragis petinju Clifford Etienne yang kariernya hancur di tangan Mike Tyson hingga divonis penjara 105 tahun menarik untuk dibahas. Bila mengingat era 2000-an, dunia tinju sempat menaruh harapan besar pada sosok Clifford Etienne.
Petinju yang dijuluki The Black Rhino ini sempat digadang-gadang sebagai prospek cerah kelas berat, terutama setelah laga heroiknya melawan Francis Botha pada 2002. Namun, garis takdir Etienne berubah drastis setelah ia berhadapan dengan salah satu manusia paling berbahaya di bumi, Mike Tyson.
Pertarungan yang terjadi pada 2003 tersebut menjadi panggung terbesar sekaligus awal dari kehancuran karier Etienne. Meski saat itu Tyson dinilai sudah melewati masa jayanya, Iron Mike –julukan Tyson– hanya membutuhkan waktu 49 detik untuk merobohkan Etienne dengan sebuah pukulan kanan yang sangat telak.
Kekalahan memalukan dalam waktu singkat itu ternyata menjadi awal mula penurunan hidup Etienne, baik di dalam maupun di luar ring.
Setelah kekalahan dari Tyson, performa Etienne merosot tajam dengan kekalahan beruntun dari Calvin Brock dan Nikolai Valuev pada 2005. Namun, badai sesungguhnya justru datang dari kehidupan pribadinya.
Pada 11 Agustus 2005, Etienne ditangkap atas serangkaian tindak kriminal berat yang mencengangkan publik: perampokan bersenjata, penculikan, hingga percobaan pembunuhan terhadap seorang petugas polisi.
Akibat tindakan brutal tersebut, pengadilan awalnya menjatuhkan vonis fantastis selama 160 tahun penjara. Namun, hukuman tersebut kemudian disesuaikan menjadi 105 tahun penjara tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Hingga hari ini, di usianya yang menginjak 55 tahun, mantan penantang gelar juara dunia itu masih mendekam di balik jeruji besi. Di dalam penjara, Etienne mengisi waktunya dengan bekerja sebagai tukang cukur dan pelukis.
Ironisnya, meski memenangkan laga tersebut secara gemilang, Mike Tyson juga tidak luput dari kemalangan. Tahun 2003, tahun yang sama saat ia memukul KO Etienne dalam 49 detik, Tyson secara mengejutkan dinyatakan bangkrut.
Kemenangan atas Etienne tersebut ternyata menjadi kemenangan KO terakhir dalam karier panjang sang legenda. Setelah laga itu, Tyson mengalami penurunan performa yang drastis dengan kekalahan dari Danny Williams (2004), Kevin McBride (2006), hingga Jake Paul (2024).
Kekalahan-kekalahan tersebut akhirnya memaksa Tyson untuk gantung sarung tinju selamanya. Kini, kedua petinju yang pernah berbagi ring selama 49 detik itu menjalani kehidupan yang sangat kontras; satu berjuang membangun kembali citranya di dunia hiburan, sementara yang lain harus menghabiskan sisa hidupnya di dalam sel penjara.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.