Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Mualaf Mike Tyson, Temukan Kedamaian Usai Mengenal Islam di Balik Jeruji Besi

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |07:51 WIB
Kisah Mualaf Mike Tyson, Temukan Kedamaian Usai Mengenal Islam di Balik Jeruji Besi
Legenda tinju dunia, Mike Tyson. (Foto: Instagram/miketyson)
A
A
A

KISAH mualaf Mike Tyson yang menemukan kedamaian usai mengenal Islam di balik jeruji besi menarik untuk dibahas. Siapa sangka, sang legenda tinju dunia tersebut memilih menjadi mualaf usai menemukan kedamaian saat menyelam lebih jauh soal agama Islam.

Nama Mike Tyson identik dengan keganasan di atas ring tinju. Dijuluki The Baddest Man on the Planet, pria kelahiran Brooklyn 1966 ini mencapai puncak dunia pada usia 20 tahun sebagai juara dunia kelas berat termuda.

Namun, di balik pukulan beton yang merobohkan lawan, Tyson menyimpan badai emosional yang hampir menghancurkan hidupnya sendiri. Perjalanan transformasinya tidak dimulai di bawah lampu sorot arena tinju, melainkan di dalam sunyinya sel penjara.

1. Titik Balik di Penjara

Kehidupan Tyson mencapai titik terendah pada 1992 saat ia divonis enam tahun penjara. Di tengah kegelapan masa tahanan tersebut, ia justru menemukan cahaya melalui agama Islam.

Terinspirasi oleh idolanya, Muhammad Ali, Tyson memutuskan untuk bersyahadat dan mengadopsi nama Malik Abdul Aziz. Bagi Tyson, Islam bukan sekadar identitas baru, melainkan jangkar yang memberinya struktur hidup.

DJ Khaled dan Mike Tyson Umrah
DJ Khaled dan Mike Tyson Umrah

Dalam memoarnya, Undisputed Truth, Mike Tyson menuliskan pengakuan yang mendalam.

"Saya sangat bersyukur menjadi seorang Muslim. Allah tidak membutuhkan saya, sayalah yang membutuhkan Allah,” kata Mike Tyson dalam memoarnya, dikutip dari Religion unplugged, Kamis (26/2/2026).

Tyson menyadari selama ini ia hanya memuja dirinya sendiri. Melalui iman, ia belajar untuk tunduk pada sesuatu yang jauh lebih besar. Nama "Malik" yang berarti Raja dan "Abdul Aziz" yang berarti Hamba dari Yang Maha Perkasa, menjadi pengingat bahwa di atas kekuatannya sebagai petinju, ia tetaplah seorang hamba.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement