AUSTIN – General Manager Ducati, Gigi Dall’igna meminta kepada fans Marc Marquez dan Francesco Bagnaia tidak panik melihat timnya mulai kalah saing dari Aprilia Racing di awal MotoGP 2026. Ia percaya hanya masalah waktu saja bagi untuk Ducati untuk bangkit dan mendominasi kembali.
Setelah rekor podium dalam 88 balapan beruntun terhenti di Thailand, Ducati kembali dipaksa gigit jari oleh keperkasaan Aprilia di MotoGP Brasil 2026. Meski sempat mencicipi kemenangan lewat Marc Marquez di sesi Sprint race, performa Ducati di balapan utama justru dianggap jauh dari standar emas mereka.
Gigi Dall’Igna pun mengakui bahwa hasil di seri Brasil di bawah ekspektasi, namun ia dengan tegas memperingatkan timnya agar tidak kehilangan arah.
Sirkuit baru di Brasil terbukti menjadi tantangan berat bagi kru mekanik Ducati. Meski sempat mengamankan pole position dan memenangi Sprint Race melalui Marc Marquez, dominasi tersebut menguap saat balapan utama hari Minggu digelar.
Fabio Di Giannantonio menjadi wakil terbaik Ducati di podium ketiga, namun ia terpaut hampir empat detik dari pemenang balapan dari tim pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi. Dall’Igna menyoroti betapa sulitnya menjinakkan sirkuit baru dengan manajemen ban yang krusial.
"Fokus kami sekarang adalah menemukan kembali performa khas kami untuk menyuntikkan semangat baru ke seluruh tim," ungkap Dall’Igna, dikutip dari Crash, Sabtu (28/3/2026).
Saat ini, posisi Ducati di klasemen cukup mengkhawatirkan. Di Giannantonio tertinggal 19 poin dari Marco Bezzecchi yang bertengger di puncak klasemen, sementara sang juara bertahan Marc Marquez terpaut 22 poin.
Di balik hasil yang kurang memuaskan, Dall’Igna memberikan pujian khusus kepada Marc Marquez. Meski Marquez mengeluhkan rasa tidak nyaman pada motor dan kekurangan pace, ia dianggap telah menunjukkan daya juang luar biasa untuk finis di posisi keempat setelah memenangi Sprint.
Sebaliknya, kritik tajam diarahkan kepada Bagnaia. Kesalahan fatal Bagnaia di sesi kualifikasi membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-11.
Di lintasan Brasil yang dikenal sangat sulit untuk melakukan aksi menyalip, posisi start tersebut dianggap sebagai vonis yang mematikan peluang Ducati.
"Mengubah hasil balapan dari posisi grid yang buruk adalah tugas yang sangat berat di lintasan seperti ini," tegas Dall’Igna.
Ducati pun berpotensi bangkit di MotoGP Amerika Serikat 2026 yang digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, pada akhir pekan ini. Pada tahun sebelumnya, Ducati begitu mendominasi podium di COTA, sementara pemenangnya dimiliki Bagnaia.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.