JAKARTA – Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, dalam mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mendapat suntikan kekuatan. Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah investigasi yang dilakukan Kemenpora untuk mengungkap tindakan oknum pelatih berinisial HB terhadap atletnya.
"Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat, memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih," ucap Marciano dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/3/2026).
Marciano berharap perilaku pelecehan seksual dan kekerasan tidak pernah terjadi lagi dalam olahraga Indonesia. Pasalnya hal tersebut mencederai nilai-nilai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas serta menghargai satu sama lain dan taat pada aturan yang berlaku.
“Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi," tambah Marciano.
Lebih lanjut, Marciano menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pelecehan dan kekerasan di dalam dunia olahraga. Dia menyatakan harus ada sanksi tegas yang diberikan kepada pelaku apabila memang terbukti melakukan pelecehan seksual dan kekerasan.
"Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang. Prestasi yang telah dicapai dan membanggakan harus diimbangi dengan keteladanan sebagai pelatih, bukan tindakan tidak terpuji yang membuat para atlet, pelatih lain dan masyarakat olahraga kecewa," sambung Marciano.