Pujian ini terasa istimewa mengingat sejarah panjang rivalitas antara keduanya. Lorenzo dan Marquez pernah terlibat persaingan tensi tinggi, terutama pada perebutan gelar juara dunia 2013 yang ditentukan hingga seri terakhir.
Marquez dan Lorenzo bahkan sempat menjadi rekan setim di Repsol Honda pada 2019, sebelum akhirnya Lorenzo memutuskan pensiun karena kesulitan beradaptasi dengan motor Honda.
Kini, meski sudah tidak lagi bersaing di lintasan, Lorenzo tetap menjadi pengamat tajam melalui berbagai perannya sebagai pundit dan pelatih.
Pengakuannya terhadap "reinventasi" Marquez menunjukkan bahwa sang pembalap Spanyol telah berhasil berevolusi dari seorang pembalap yang mengandalkan talenta murni dan keberanian menjadi seorang teknisi di atas lintasan yang mematikan lewat presisi dan fluiditas.
(Rivan Nasri Rachman)