Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marc Marquez Lebih Tenang sejak di Ducati, Jorge Lorenzo: Gaya Balapannya Mirip Saya!

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |18:58 WIB
Marc Marquez Lebih Tenang sejak di Ducati, Jorge Lorenzo: Gaya Balapannya Mirip Saya!
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
A
A
A

BOLOGNA – Transformasi gaya balap Marc Marquez di atas Ducati ternyata menarik perhatian salah satu rival terbesarnya di masa lalu. Legenda MotoGP sekaligus juara dunia tiga kali, Jorge Lorenzo, melontarkan pengamatan menarik dengan menyebut gaya membalap Marquez saat ini sudah jauh dari kesan ugal-ugalan dan justru mulai menyerupai gaya balap dirinya yang terkenal halus dan akurat.

Selama masa kejayaannya, Lorenzo dikenal sebagai pembalap dengan gaya ultra-smooth yang membawanya meraih tiga gelar juara dunia. Sebaliknya, Marquez masuk ke kelas utama dengan gaya agresif dan bombastis, sering kali menembus batas fisik yang sulit dibayangkan pembalap lain.

Namun, cedera lengan parah pada 2020 telah memaksa pebalap pabrikan Ducati itu untuk merumuskan ulang pendekatannya di lintasan.

1. Transformasi Marc Marquez

Lorenzo, yang kini mengemban peran baru sebagai pelatih bagi Maverick Vinales di MotoGP 2026, mengaku sangat terkesan dengan kemampuan Marquez menciptakan kembali jati dirinya di atas motor. Menurutnya, Marquez yang sekarang jauh lebih tenang dan sangat terukur dalam setiap gerakannya.

Marc Marquez melaju di Tes Pramusim MotoGP 2026 (Foto: X/@ducaticorse)
Marc Marquez melaju di Tes Pramusim MotoGP 2026 (Foto: X/@ducaticorse)

“Hari ini, ketika Anda melihat Marc, dia hampir terlihat seperti saya: dia sangat halus, tidak membuat kesalahan saat mengerem, tidak pernah melebar, dia sangat presisi dan sangat cair saat meluruskan motor,” ungkap Lorenzo dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin (16/2/2026).

Lorenzo menambahkan bahwa semua yang dilakukan Marquez saat ini didasari oleh pemikiran yang matang, sangat kontras dengan gaya 10 tahun lalu saat ia hanya mengandalkan keberanian dan risiko tinggi untuk meraih waktu terbaik.

 

2. Dari Rivalitas Sengit Menjadi Pengakuan

Pujian ini terasa istimewa mengingat sejarah panjang rivalitas antara keduanya. Lorenzo dan Marquez pernah terlibat persaingan tensi tinggi, terutama pada perebutan gelar juara dunia 2013 yang ditentukan hingga seri terakhir.

Marquez dan Lorenzo bahkan sempat menjadi rekan setim di Repsol Honda pada 2019, sebelum akhirnya Lorenzo memutuskan pensiun karena kesulitan beradaptasi dengan motor Honda.

Jorge Lorenzo bersama Maverick Vinales. (Foto: Instagram/jorgelorenzo99)
Jorge Lorenzo bersama Maverick Vinales. (Foto: Instagram/jorgelorenzo99)

Kini, meski sudah tidak lagi bersaing di lintasan, Lorenzo tetap menjadi pengamat tajam melalui berbagai perannya sebagai pundit dan pelatih.

Pengakuannya terhadap "reinventasi" Marquez menunjukkan bahwa sang pembalap Spanyol telah berhasil berevolusi dari seorang pembalap yang mengandalkan talenta murni dan keberanian menjadi seorang teknisi di atas lintasan yang mematikan lewat presisi dan fluiditas.

(Rivan Nasri Rachman)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement