JAKARTA – Rasa kecewa mendalam tengah menyelimuti pasangan ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Meski secara matematis menduduki peringkat yang aman untuk berlaga di All England 2026, nama mereka secara mengejutkan hilang dari daftar skuad Merah Putih untuk turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Sesuai jadwal, All England 2026 akan dihelat di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, pada 3-8 Maret 2026. Untuk bermain di ajang bergengsi tersebut, pemain atau pasangan harus menghuni peringkat 32 besar dunia.
Nah, Adnan/Indah sejatinya memenuhi syarat untuk ambil bagian dalam turnamen bergengsi tersebut karena menghuni peringkat 18 dunia. Tapi, nama mereka diketahui dicoret dalam daftar pemain Indonesia untuk All England 2026. Mereka hanya akan ambil bagian di Swiss Open dan Orleans Masters 2026 dalam tur Eropa pada bulan Maret mendatang.
Adnan mengungkapkan bahwa awalnya mereka masuk dalam daftar untuk berlaga di All England 2026. Akan tetapi, tiba-tiba saja namanya dicoret sehingga batal tampil dalam turnamen bergengsi tersebut.
“Awalnya sih saya juga enggak tau kalau emang enggak main di All England. Karena kan emang kayak sistemnya tuh sekarang kayak udah ada jatah pertandingan kan. Dan ditulisannya tuh ada, main di All England,” kata Adnan saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Kamis (12/2/2026).
“Tiba-tiba dicoret aja, kita tahunya malah dari yang lain-lain kayak di sosmed-sosmed,” timpal Indah.
Mereka menyampaikan belum mendapat penjelasan dari PBSI mengenai hal tersebut. Meski begitu, pelatih ganda campuran, Rionny Mainaky, meminta anak asuhnya untuk tetap fokus pada turnamen ke depan.
“Ya kalau dari pelatih sih yaudah enggak usah terlalu dipikirin. Fokus ke depannya aja,” ujar Adnan.
Di sisi lain, Indah tak menampik rasa kecewanya setelah nama mereka dicoret dari daftar skuad Indonesia untuk All England 2026. Menurutnya, turnamen tersebut merupakan impian setiap pemain, mengingat statusnya sebagai kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia.
“Ya kalau saya pribadi, apalagi saya ya, history saya begitu ya. Maksudnya siapa sih yang atlet yang gak mau main All England? Semua pasti pengen main. Dan ini nyata-nyata bisa main tapi di-cancel gitu. Ya kecewa pasti kecewa sih,” sambung Indah.
Meski demikian, Indah menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Pemain berusia 23 tahun itu menegaskan bahwa dirinya bersama Adnan akan terus berusaha membuktikan diri layak bersaing di turnamen bergengsi.
“Tapi ya kita hidup harus tetap berjalan. Masa tiba-tiba ngambek, ya enggak pasti ya. Yaudah kita harus buktiin aja terus,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)