KONTINGEN Indonesia berhasil menyabet 392 medali di ASEAN Para Games 2025 dan finis kedua di klasemen akhir. Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani pun berterima kasih kepada para atlet.
Dalam ajang yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand tersebut, Indonesia berhasil mengoleksi 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Angka tersebut jauh di atas target awal dengan raihan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu.

Di bawah komando CdM Reda, Tim Merah Putih tidak hanya sukses finis posisi kedua. Hal itu dikarenakan tuan rumah Kontingen Thailand keluar sebagai juara umum dengan koleksi 175 emas, 155 perak dan 157 perunggu..
“Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia di panggung Asia Tenggara. Selamat atas perjuanganmu, para patriot bangsa. Kalian adalah inspirasi,” ujar Reda dalam keteranganya, dikutip Rabu (28/1/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI itu menceritakan, keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan capaian dari sisi kuantitas medali, tetapi juga kualitas perjuangan atlet. Prestasi itu buah kerja keras mereka sejak masa persiapan.
“Prestasi ini melampaui target yang kami tetapkan. Ini adalah bukti atlet disabilitas Indonesia memiliki kualitas, dedikasi, dan daya saing yang setara," ucap Reda.

Lebih lanjut, Reda menilai capaian kontingen Indonesia sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya kesetaraan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berkeadilan. Itu menjadi bukti konkret kemajuan pembinaan olahraga disabilitas nasional.
"Mereka bukan hanya berjuang untuk medali, tetapi juga membawa pesan penting tentang kesetaraan dalam pembangunan bangsa,” tutup Reda.
Secara keseluruhan, atlet-atlet Indonesia berhasil menorehkan 25 rekor ASEAN Para Games dari berbagai cabang olahraga. Bahkan, satu rekor Asia turut dipecahkan Hellin Wardina di cabang Para Atletik.
(Wikanto Arungbudoyo)