LEGENDA ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, telah menjadi ikon ketangguhan bulu tangkis Tanah Air dengan koleksi puluhan gelar internasional. Di balik kesuksesan besar pasangan berjuluk The Daddies ini, ternyata terselip satu benang merah yang sama dalam perjalanan karier mereka.
Baik Ahsan maupun Hendra rupanya menimba inspirasi dari sosok legenda yang sama, yakni Tony Gunawan.
Sebelum pensiun, Mohammad Ahsan memiliki trik mempertahankan performa di usia yang tak lagi muda. Ia menyadari secara fisik, sulit untuk melakukan peningkatan signifikan di fase kariernya kala itu.
Karena alasan tersebut, Ahsan memilih untuk memperkuat aspek teknis dengan cara mencuri ilmu dari para pemain muda, bahkan hingga mengamati sektor ganda campuran. Keterbukaan Ahsan untuk terus belajar berakar dari kekagumannya pada Tony Gunawan.
Ahsan mengaku terinspirasi oleh kemampuan Tony yang tetap berprestasi meskipun bergonta-ganti pasangan.
“Dari dulu, sejak saya junior, selalu senang melihat Koh Tony karena dia bisa berpasangan dengan siapa saja. Mungkin itu salah satu motivasi bahwa jadi atlet harus bisa berpartner dengan siapa saja," ungkap Ahsan dalam live bersama PBSI, dikutip Selasa (27/1/2026).
Hal itulah yang membuatnya terus memperbarui gaya main agar tetap relevan dan mampu bersaing dengan lawan-lawan yang jauh lebih muda.
Setali tiga uang dengan rekannya, Hendra Setiawan juga menempatkan Tony Gunawan sebagai inspirasi dalam bulu tangkis. Jika Ahsan mengagumi fleksibilitas Tony dalam berpasangan, Hendra lebih terobsesi pada keahlian Tony di area depan net.
Hendra bahkan kerap menghabiskan waktu dengan menonton video pertandingan peraih emas Olimpiade Sydney 2000 tersebut untuk menganalisis akurasi pukulannya.
"Pemain favorit saya Tony Gunawan. Dulu saya selalu lihat videonya, waktu dia main seperti apa," kata Hendra Setiawan kepada PBSI.
"Pemain yang paling rapat main di depan ya Koh Tony. Bolanya jarang lepas. Senior-senior saya lainnya juga banyak yang bagus permainan depannya, misalnya Mas Sigit," tambahnya.
Menariknya, Hendra sempat mencoba meniru habis-habisan gaya main idolanya itu sebelum akhirnya menyadari bahwa ia harus menemukan identitas sendiri. Melalui proses belajar yang panjang dari gaya Tony Gunawan, Hendra berhasil mengembangkan teknik uniknya sendiri yang justru menjadi momok bagi pemain ganda putra dunia lainnya.
Dedikasi untuk belajar dari sang legenda inilah yang pada akhirnya membawa The Daddies menjadi inspirasi bagi generasi penerus bulu tangkis.
(Rivan Nasri Rachman)