KISAH Tony Gunawan, peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia 2001 yang memilih menjadi Warga Negara Amerika Serikat akan diulas Okezone. Tony Gunawan layak dicap salah satu pebulu tangkis terbaik Indonesia di nomor ganda putra.
Selama kariernya sebagai pebulu tangkis, Tony Gunawan meraih sesuatu yang tidak banyak dicetak pebulu tangkis, yakni menyandingkan medali emas Olimpiade dengan gelar juara dunia.

Hebatnya, Tony Gunawan memenangkan medali emas Olimpiade dan gelar juara dunia bersama pasangan berbeda. Berpasangan dengan Candra Wijaya, Tony Gunawan meraih emas Olimpiade Sydney 2000 setelah menumbangkan jagoan Korea Selatan Lee Dong-soo/Yo Yoong-sung di partai puncak dengan skor 15-10, 9-15 dan 15-7.
Setahun berselang, Tony Gunawan menjadi juara dunia dalam turnamen yang digelar di Sevilla, Spanyol. Berpasangan dengan Halim Haryanto, Tony Gunawan menghajar jagoan Korea Selatan Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon 15-0 dan 15-3.
Di level beregu, Tony Gunawan juga membantu Indonesia berprestasi. Ia mengantarkan tim beregu Indonesia juara Piala Thomas 1998 dan 2000, serta medali emas Asian Games 1998.
Keputusan penting diambil Tony Gunawan pada 2002, atau ketika dirinya berusia 27 tahun. Ia memutuskan meninggalkan pelatnas PBSI dan menerima tawaran melatih di Amerika Serikat.
Saat itu, Tony Gunawan menetap di California yang merupakan pusat komunitas bulu tangkis Amerika Serikat. Setelah dua tahun tinggal di sana atau pada 2004, Tony Gunawan mengurus menjadi warga negara Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Tony Gunawan berpasangan dengan pebulu tangkis asal Amerika Serikat, Howard Bach, di nomor ganda putra. Berbagai gelar juara didapatkan Tony Gunawan bersama Howard Bach, yakni US Open, Puerto Rico Open, Bitburger Open hingga Chinese Open.
Namun, puncaknya saat mereka menjadi juara dunia 2005. Menghadapi pasangan Indonesia Candra Wijaya/Sigit Budiarto di final, Tony Gunawan/Howard Bach menang 15–11, 10–15, 15–11.
(Ramdani Bur)