TANGERANG – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan alasan utama dirinya menerima kerja sama sponsor baru. Selain karena faktor finansial yang krusial bagi atlet profesional, Jonatan juga mengakui keputusannya dilatarbelakangi keinginan untuk mengikuti jejak para pebulu tangkis profesional Indonesia lainnya, termasuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Sabar Karyaman/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Atlet yang akrab disapa Jojo, telah hampir setengah tahun berkarier sebagai pemain profesional setelah memutuskan meninggalkan Pelatnas PBSI pada Mei 2025. Menjalani karier di luar tim nasional, Jojo tentu harus menanggung sendiri segala biaya tinggi untuk setiap turnamen yang diikutinya.
Kini, Jojo telah resmi menjalin kerja sama sponsor dengan Waroeng Steak & Shake. Dukungan penuh dari restoran kenamaan Indonesia ini menjadi kabar gembira yang sangat disyukuri oleh pebulu tangkis kelahiran Jakarta tersebut.
Jonatan menyebut, dukungan dari Waroeng Steak & Shake ini akan sangat membantu, khususnya dalam mengarungi turnamen-turnamen yang ada di kalender BWF. Ia mengakui sangat memerhatikan langkah-langkah yang diambil oleh para senior dan rekan-rekan profesionalnya.
“Pastinya, pertama melihat Hendra/Ahsan, Sabar/Reza di mana Waroeng Steak sangat peduli dengan atlet. Terutama yang di luar Timnas (Pelatnas). Itu yang menjadi salah satu pertimbangan juga,” ujar Jonatan di Waroeng Steak & Shake Serpong, Tangerang, Banten pada Kamis (4/12/2025).
Jojo, yang saat ini berusia 28 tahun, menggarisbawahi pentingnya dukungan ini mengingat statusnya sebagai pemain profesional. Diketahui, Waroeng Steak & Shake juga mendukung pasangan legendaris Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan tunggal putra Christian Adinata.
Selain bisa membantunya dalam pembiayaan perjalanan, Jonatan secara jujur menyebut bahwa pertimbangan budget atau anggaran adalah faktor yang tidak terhindarkan setelah ia keluar dari tim nasional.
“Hal yang tidak dipungkiri, adalah sisi budget. Karena setelah keluar dari timnas, ada hitung-hitungan. Jadi itu yang jadi pertimbangan,” sambung Jonatan.
Sementara itu, Jonatan mengungkapkan ia akan mengatur sendiri alokasi dana yang diberikan oleh sponsor maupun dari hadiah turnamen. Tunggal putra tersebut berharap, pendapatan dan pengeluaran bisa ia maksimalkan dan kelola dengan baik di masa depan.
“Untuk sekarang, saya akan mengatur sendiri, entah itu pendapatan dan pengeluaran,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)