“Di perorangan, kalau kita melihat dari peta ranking dunia, tentunya di tunggal putri probability-nya lebih besar dibanding sektor-sektor yang lain ya. Kita melihat di putri itu kan kita punya Putri KW, kemungkinan di seeded dua ya, seeded satunya mungkin Thailand ya. Tapi kita melihat head to head terakhir, terus penampilan terakhir juga probability-nya lebih besar di tunggal putri,” sambung Eng Hian.
Mengingat PBSI sejatinya mengirim mayoritas pemain muda di SEA Games 2025, Eng Hian berharap para atlet muda ini bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan dengan baik. Ia menekankan bahwa ranking hanyalah angka dan bukan patokan utama
"Ya kita harapkan dari sektor lainnya bisa membuat satu prestasi yang lebih baik, jadi membuktikan kalau ranking itu bukan menjadi patokan utama, gitu,” tutup Eng Hian.
(Rivan Nasri Rachman)