PEBULU tangkis asal Singapura, Yeo Jia Min merupakan salah satu tunggal putri terbaik yang dimiliki oleh negara tersebut. Bayangkan saja, Yeo Jia Min mampu mencetak sejarah usai menjadi atlet pertama dari negaranya yang lolos ke BWF World Tour Finals.
Pencapaian ini menjadi puncak dari perjalanan kariernya yang ambisius sejak usia dini, membuatnya kini disejajarkan dengan para ‘monster’ di sektor tunggal putri dunia.
Momen lolosnya Yeo Jia Min ke BWF World Tour Finals itu terjadi pada edisi 2021. Yeo Jia Min lolos sebagai unggulan ketujuh, terbantu oleh peraturan yang membatasi wakil per negara (hanya dua), sehingga ia melewati dua wakil Thailand yang berada di atasnya.
Keberhasilan Yeo Jia Min kala itu mendapatkan apresiasi dari Kepala Eksekutif Asosiasi Bulu Tangkis Singapura, Alan Ow. Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut, dan berharap Yeo Jia Min dapat menginspirasi para pebulu tangkis muda di Singapura untuk bersaing di panggung dunia.
Lahir di Singapura pada 1 Februari 1999, Yeo Jia Min menunjukkan minat pada bulu tangkis sejak usia tujuh tahun, didorong oleh kedua orang tuanya. Ia bahkan berlatih sangat intensif, hingga 5,5 jam sehari. Ketika ibunya sempat memintanya fokus pada pendidikan di Sekolah Dasar, Jia Min berhasil membagi waktu antara sekolah dan latihan.
Pada usia sembilan tahun (2008), Yeo Jia Min sudah memenangkan gelar Under-11 di Kejuaraan Bulu Tangkis Cheers Age Group. Pada tahun 2011, ia terpilih masuk skuad menengah nasional dan tiga tahun kemudian dipromosikan ke tim senior.
Yeo Jia Min juga sempat menjadi World Junior No. 1 (peringkat 1 dunia junior) pada Juni 2017, menjadikannya atlet Singapura pertama yang mencapai puncak sistem peringkat BWF di kategori junior maupun senior.
Di level senior, Yeo Jia Min telah menyabet medali perunggu SEA Games (2015, 2017, 2019, 2021, dan 2023) bersama tim beregu putri Singapura. Ia juga sempat berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024.
Karier Jia Min mulai bersinar dengan prestasi seperti menjuarai Vietnam Open 2018 dan Hyderabad Open 2019. Puncaknya, pada Olimpiade Paris 2024, ia mengukir sejarah sebagai tunggal putri Singapura pertama yang mencapai babak 16 besar sejak Gu Juan pada 2012.
Sepanjang musim 2024, Yeo Jia Min juga konsisten mencapai perempatfinal di turnamen besar seperti Malaysia Open dan China Open, serta menembus semifinal India Open (Super 750).
Meski hingga November 2025 ia menduduki peringkat 19 dunia dan sempat mengalami beberapa kegagalan di awal turnamen, Jia Min sempat menjuarai German Open 2025 usai mengalahkan Nguyen Thuy Linh (Vietnam) 21-16, 21-17.
Kunci suksesnya, menurut Jia Min, diajarkan oleh pelatihnya sejak kecil: "Jangan takut kalah." Prinsip ini membuatnya tidak gentar melawan pemain yang lebih senior atau lebih baik, sebuah mentalitas yang membawanya mendobrak sejarah bulu tangkis Singapura hingga saat ini.
(Rivan Nasri Rachman)