Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dituduh Francesco Bagnaia Main-Main di MotoGP Thailand 2025, Begini Respons Marc Marquez

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Senin, 03 Maret 2025 |07:24 WIB
Dituduh Francesco Bagnaia Main-Main di MotoGP Thailand 2025, Begini Respons Marc Marquez
Marc Marquez merespons tuduhan Francesco Bagnaia di MotoGP Thailand 2025 (Foto: X/@ducaticorse)
A
A
A

BURIRAM – Dituduh Francesco Bagnaia main-main di MotoGP Thailand 2025, begini respons Marc Marquez. Ia bersikeras tidak sengaja membiarkan lawan mendekat.

Marquez tampil dominan pada pekan balapan MotoGP Thailand 2025. Pembalap tim Ducati Lenovo itu meraih pole position serta memenangi Sprint Race dan balapan utama di Sirkuit Internasional Buriram, Buriram.

1. Lambat

Marc Marquez memimpin Sprint Race MotoGP Thailand 2025 (Foto: Instagram/@ducaticorse)
Marc Marquez memimpin Sprint Race MotoGP Thailand 2025 (Foto: Instagram/@ducaticorse)

Namun, ada satu momen dalam balapan, Marquez sempat melambat tepatnya di putaran enam, Minggu 2 Maret 2025 sore WIB. Ia mengecek kondisi motor saat melintasi tikungan tiga dan diduga mengalami masalah teknis.

Tak lama kemudian, posisinya diambil alih oleh sang adik Alex Marquez. Usai disalip, Marquez langsung tancap gas untuk memburu urutan terdepan lagi.

2. Main-Main

Butuh lebih dari 16 putaran bagi pria berusia 32 tahun tersebut untuk menyalip adiknya. Usai kembali ke posisi terdepan, Marquez lagi-lagi melesat dan menang dengan jarak sekira 1,7 detik!

Bagnaia langsung menduga rekan setimnya itu tengah bermain-main. Namun, Marquez dengan tegas membantahnya.

 

3. Tekanan Ban

Marc Marquez vs Alex Marquez di MotoGP Thailand 2025. (Foto: Instagram/marcmarquez93)
Marc Marquez vs Alex Marquez di MotoGP Thailand 2025 (Foto: Instagram/@marcmarquez93)

Pria berpaspor Spanyol itu mengaku melambat gara-gara tekanan bannya turun. Ia harus bisa memanaskan karet hitam tersebut ke suhu optimal agar lolos dari hukuman.

"Saya melihat saya akan dihukum karena tekanan ban, saya hampir saja kalah,” kata Marquez, dikutip dari Motosan, Senin (3/3/2025).

“Karena saya hampir selalu memiliki margin 0,2 atau 0,3 per lap selama akhir pekan jadi saya memutuskan bermain aman, tetap di belakang dan berusaha ngebut pada tiga putaran terakhir ketika jumlah putaran minimal telah diselesaikan dengan tekanan yang tepat," jelas pembalap bernomor 93 itu.

"Bukannya saya main-main, tapi kecepatan ekstra yang memungkinkan saya untuk mengelola situasi itu," tandasnya.

Marquez memang pernah dihukum penalti 16 detik gara-gara tekanan ban yang kurang dari ketentuan pada MotoGP Belanda 2024. Ia tentu tidak ingin lagi mengalami nasib serupa sehingga terpaksa menggunakan taktik tersebut.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement