BORGO PANIGALE – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia tampaknya enggan untuk pindah ke tim lain. Pasalnya menurut Bagnaia, hanya Ducati motor yang sangat ideal untuknya, terutama untuk ajanv balap MotoGP.
1. Proses Pengenalan Bagnaia dengan Ducati
Francesco Bagnaia memulai perjalanan kariernya di MotoGP sebagai pembalap tim pabrikan Ducati pada 2019. Bagnaia sempat mengalami tahun-tahun sulit di awal kariernya bersama Ducati.
Dia gagal masuk zona 10 besar dalam dua musim beruntun, namun berhasil bangkit mulai tahun 2021. Pecco bersaing ketat melawan jagoan Yamaha Monster Energy, Fabio Quartararo meski akhirnya kalah.
Quartararo berhasil menjuarai MotoGP 2021. Sedangkan Bagnaia berada di urutan kedua dengan selisih 26 poin. Setelah itu, Bagnaia tampil konsisten dan berhasil menjadi juara dalam dua musim beruntun.
Pada tahun 2024, Bagnaia kembali masuk dalam persaingan perebutan gelar juara. Akan tetapi dia kalah dari pembalap tim satelit Ducati Pramac, Jorge Martin yang unggul 10 poin darinya.
Jatuh-bangun bersama Ducati bukan merupakan masalah yang besar bagi Bagnaia. Pembalap asal Italia itu menyatakan sangat cinta dengan motor Ducati. Sedari kecil, Bagnaia sudah sering mengamati Ducati.
“Ducati hanyalah motor yang ideal bagi saya, Anda dapat mendengar motor ini dengan kopling kering dari dua kilometer jauhnya. Mereka berbeda dari semua motor lainnya. Bahkan ketika saya masih kecil, saya bisa langsung membedakan Ducati dari motor lainnya,” kata Bagnaia dilansir dari Speedweek, Kamis (2/1/2025).
2. Dapat Kesempatan Kunjungi Departemen Pengembangan Motor Ducati
Bagnaia yang saat ini sedang menjalani liburan jeda musim sempat berkunjung ke departemen pengembangan motor Ducati. Di sana, Bagnaia sempat mengetes beberapa motor. Menurutnya, motor-motor yang dilahirkan oleh Ducati sangat menjanjikan.
“Sebagai pembalap papan atas, saya bisa mencoba motor ini terlebih dahulu, itu sangat keren! Saya senang sekali bisa datang ke departemen pengembangan Ducati dan melihat semua hal baru di sana. Tentu saja saya tidak diperbolehkan membicarakannya lebih detail, tapi ada hal-hal besar yang akan datang,” tutur Bagnaia.
Bagnaia pun senang dengan pengembangan yang dilakukan oleh Ducati, terutama untuk menatap persaingan di MotoGP 2025. Pecco percaya diri untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar musim depan.
“Senang sekali di Ducati melihat bagaimana pekerjaan dilakukan di departemen balap dan bagaimana semuanya dilakukan dengan tangan,” tandasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.