Tim tersebut adalah Thailand MBA, Thailand National Team, Hong Kong Turkeys, Singapore Angry Dragons, Guzzlers Korea, serta Fattboyz Worldwide (Amerika Serikat). Sedangkan 10 tim asal Indonesia terdiri dari tuan rumah After Hour yang menurunkan dua tim, Rubberducks, Teladan Fielders, Blok Mads, Partha, Doberman, bjb Club, Outlaws, dan Marabunta Bumi Asri.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunitas After Hour, Odie Djamil, mengatakan bahwa olahraga Slowpitch di Indonesia kini sudah mulai menyita perhatian. Peserta dari negara lain pun sudah punya kepercayaan dengan turnamen ini karena sejarahnya yang panjang sehingga sangat menantikannya.
"Turnamen yang sudah berjalan empat dekade ini turut menjadi saksi bahwa terdapat pertumbuhan yang luar biasa dalam komunitas slowpitch di Indonesia dan juga mancanegara,” ucap Odie Djamil.
"Tahun ini, dengan mengundang lebih banyak tim internasional, kami berkomitmen untuk mengukir sejarah baru dalam cabang olahraga ini. Kami tidak hanya ingin menyuguhkan pertandingan-pertandingan yang intens, tapi juga ingin menciptakan rangkaian memori yang bisa bertahan seumur hidup," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)