Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wawancara Eksklusif Jonatan Christie: Cerita di Balik Gelar Juara All England 2024

Bagas Abdiel , Jurnalis-Kamis, 04 April 2024 |09:59 WIB
Wawancara Eksklusif Jonatan Christie: Cerita di Balik Gelar Juara All England 2024
Jonatan Christie juara All England 2024. (Foto: Humas PP PBSI)
A
A
A

Bicara soal persiapan detail, apa yang dipersiapkan untuk menghadapi turnamen besar seperti All England ini?

Oh itu sebenarnya banyak. Mungkin enggak hal besar, tapi kecil-kecil terus banyak. Kayak jam istirahat, tidur harus berapa jam, malamnya harus nonton video (lawan) dulu, lawan besok siapa, trus bangun paginya harus stretching, pemanasan gerakannya seperti apa dulu yang bisa aktifin ototnya supaya nanti pas tanding sudah benar-benar eksplosifnya dapet. Hal-hal semacam itu yang justru perlu diperhatikan dibanding hal-hal yang kayak mikirin hasil. Makanya tadi saya bilang how to manage ekspektasi, terus bagaimana untuk me-manage diri saat itu, harus berbuat apa, harus mempersiapkan apa.

Jonatan Christie

Kalau soal tidur, kan setiap orang bisa berbeda-beda. Kalau Jojo di All England seperti apa? Apakah sempat susah tidur juga?

Ya betul-betul, kayak pas semifinal kemarin saya cuma tidur 4 jam sebelum lawan Lakshya Sen (India). Itu beneran cuma tidur 4 jam, karena enggak bisa tidur. Itu saya perempatfinal lawan Shi Yu Qi saya main tiga match terakhir, jadi selesainya agak malem.

Nah, di satu sisi selesainya malem, di satu sisi juga perlu ada pijit, perlu ada terapi, jadi kan sampai larut malam. Terus semifinalnya main agak siang, jadi mau enggak mau harus nonton buat lawan besok malam itu juga, karena kita harus ngebaca dulu biar at least ada gambaran. Nah itu yang sudah malem, nonton gitu kan pasti masih kebayang pikirannya, jadi enggak bisa tidur karena itu juga. Di samping ekspektasi juga segala macem, pikiran itu yang cukup menguras sih. At least cuma tidur 4 jam yah agak terkejut juga.

Tapi setelah menang semifinal bisa tidur nyenyak kan karena All Indonesian Final juga?

Setelah menang lawan Lakshya Sen, iya bisa, bisa tidur haha. Karena satu ya mungkin jarak dari selesai bertanding semifinal ke jarak tidurnya cukup panjang, jadi ya enggak terlalu buru-buru harus ini harus itu. Jadi ada waktu chill dulu deh, santai dulu, pergi makan dulu, jadi otaknya bisa lebih enggak di push untuk “ayo cepet tidur ayo cepet tidur”, jadi lebih enak. Ditambah lagi udah All Indonesian Final juga, sayanya jadi “ya sudah deh siapa pun yang menang, sudah, yang penting Indonesia” kita sudah ciptain sejarah lagi, sudah lebih tenang, jadi lebih enak tidurnya, lebih lega.

Sebelum final, selain dikumpulin pelatih Irwansyah, ada ngobrol khusus berdua aja sama Ginting?

Kalau ngobrol ya sebatas biasa aja sih sama Ginting. Ya malem sebelum final bang Aboy -sapaan akrab pelatih Irwansyah- yang ngumpulin kita, say congrats, saya terima kasih juga. Terus dia bilang do the best, tunjukkin yang terbaik besok karena kan kita pasti ditonton seluruh dunia, jadi tampilkan yang terbaik, jangan kayak yang kelihatan males-males, jangan kayak kelihatan lemes-lemes, yang penting maksimal. Ya hasilnya bisa dilihat.

(Djanti Virantika)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement