"Usia hanyalah angka, selama masih diberi kesehatan, kekuatan, semangat, dan kesempatan, lalu ada yang support dan sponsor, kita harus berkarya terus buat Indonesia. Saya bersyukur sudah bisa memenuhi target," ujar Marleve.
Lebih lanjut, Marleve mengatakan bahwa kondisi fisiknya cukup terjaga jelang Kejuaraan Dunia Senior 2023. Sebab, sebulan sebelum keberangkatan, dia banyak melakukan stretching. "Ini sangat penting untuk usia senior," tambahnya.
Selain emas, Indonesia meraih 1,5 medali perak dari Oetomo Maslim (tunggal putra 65+) dan Simbarsono Sutanto yang berpasangan dengan Uun Santosa asal Belanda (ganda putra 60+). Kemudian, satu medali perunggu didulang oleh Joko Suprianto (tunggal putra 55+) dan Bobby Ertanto/Effendy Widjaja (ganda putra 60+).
Korea Selatan sendiri baru kali pertama menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senior BWF. Ajang ini sangat meriah karena diikuti oleh 1.185 pemain yang berasal dari 44 negara. Mereka bermain pada 9 kategori usia mulai 35+ sampai 75+.
(Djanti Virantika)