Share

Pensiun, Greysia Polii Masih Pikir-Pikir Jadi Pelatih Bulu Tangkis

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 02:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 40 2610313 pensiun-greysia-polii-masih-pikir-pikir-jadi-pelatih-bulu-tangkis-gBw6z59JLw.jpg Greysia Polii resmi pensiun. (Foto: Humas PBSI)

JAKARTA – Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii, sudah resmi pensiun sebagai atlet bulu tangkis. Usai pensiun, Greysia masih belum bisa berbicara untuk banting setir menjadi pelatih.

Meski begitu, Greysia memastikan masih akan berada di jalur bulu tangkis setelah tak lagi menjadi atlet. Sebab, seperti diketahui, Greysia saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komisi Atlet BWF untuk periode 2022-2025.

Greysia Polii pensiun

Karena itu, jabatan yang Greysia miliki saat ini di BWF merupakan bakti baru terhadap bulu tangkis. Bahkan, bukan hanya kancah nasional, Greysia akan berkiprah di level dunia.

"Komisi Atlet ini adalah salah satu bentuk dari kepedulian saya terhadap bulu tangkis, lebih khususnya bulu tangkis dunia,” ungkap Greysia dalam konferensi pers kepada awak media.

“Karena sehabis Olimpiade atau sebelumnya banyak dari BWF, termasuk wakil presidennya bilang bahwa, 'Greys kamu boleh, ya, kayaknya kamu good role model untuk bisa ngisi tempat ini. Mau ya untuk kami daftarkan namanya,' seperti itu," sambungnya.

BACA JUGA: 5 Fakta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Juara Indonesia Masters 2022, Nomor 1 Pertama Kali Juara di Istora Senayan

"Saya mikir, jobdesc-nya apa, karena kan saya sudah nikah dan sebentar lagi mungkin saya akan fokus keluarga, tapi setelah ngobrol dengan suami, ya, dia akhirnya memperbolehkan karena selama itu bisa seimbang dan tidak memakan waktu. Maksudnya, kan prioritas saya keluarga. Itu akan saya jalani dengan sepenuh hati," jelas Greysia.

BACA JUGA: Resmi Pensiun, Greysia Polii Lakukan Victory Lap Dibalut Bendera Merah Putih di Istora Senayan

"Akhirnya saya terima dan memang dari dulu mereka bilang kekosongan di BWF itu adalah setiap orang yang jadi Presiden Atlet itu bukan dari pemain-pemain top, karena pemain top itu enggak ada banyak waktu untuk bisa ngurusin banyak hal,” tuturnya,

“Ngurusin atlet, belum lagi misalnya ada masukan apa. Itu, kan harus benar-benar atlet yang bisa punya waktu, bukan hanya punya waktu latihan dan bertanding, tapi punya waktu untuk bisa mengurus hal organisasi. Tahu, kan, organisasi ribet. Tapi karena dijalani dengan senang hati, saya merasa enggak apa-apa. Ini sebagai bentuk pelayanan saya kepada bulu tangkis dunia," imbuhnya.

Sementara itu, kalau berbicara menjadi seorang pelatih, Greysia masih harus berpikir-pikir. Sebab, menurutnya, menjadi seorang pelatih sama saja seperti atlet.

Kesibukan untuk meninggalkan keluarga juga akan dilakukan seorang pelatih. Sedangkan Greysia sendiri, dia akan fokus terlebih dahulu terhadap keluarga setelah selama 30 tahun selalu terpaku pada dunia bulu tangkis.

Greysia Polii pensiun

"Dibilang jadi pelatih? Pelatih itu luar biasa, sih. Pelatih itu orang yang betul-betul mendedikasikan itu bukan hanya untuk keluarganya saja tapi buat para atlet. Atlet pelatnas misalnya satu sektor ada 12 orang, itu yang harus diperhatikan semuanya, 12 orang itu. Belum lagi anaknya di rumah," jelas Greysia.

"Jadi itu bakal banyak banget pengorbanan waktu, jadi mungkin saya, bukan saya tidak mau, ditawarkan ada, tapi untuk saat ini memang musimnya belum untuk menjadi pelatih karena menjadi pelatih dan atlet tuh sama super sibuk, dedikasi, full konsentrasi 100% di bultang. Mungkin ke depannya saya bisa mendedikasikan diri saya kepada hal lain tapi masih olahraga," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini