Share

Tak Mau Sanksi dari WADA Terulang, LADI Janji Benahi Manajemen Internal

Antara, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 43 2533721 tak-mau-sanksi-dari-wada-terulang-ladi-janji-benahi-manajemen-internal-dIkksKgFlm.JPG Sanksi dari WADA dihapus, Indonesia per Februari 2022 sudah bisa kibarkan bendera Merah Putih di ajang olahraga. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indonesia dipastikan bakal terbebas dari sanksi yang diberikan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada Februari 2022 mendatang. Tentu kabar itu disambut baik oleh seluruh pihak dan terkhusus untuk Lemba Anti-Doping Indonesia (LADI) mereka berjanji akan membenahi manajemen internal agar sanksi serupa tidak terulang di masa depan.

Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana menyebut ada beberapa kondisi yang harus disesuaikan dengan aturan WADA. Di antaranya terkait rangkap jabatan dan alur kerja (SOP) LADI agar lebih profesional.

Baca Juga: WADA Cabut Sanksi untuk Indonesia Mulai Awal Februari, Bendera Merah Putih Bisa Berkibar Lagi di Semua Ajang Olahraga

Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

“Kami akan melakukan pembenahan internal sesuai dengan yang diharapkan WADA di mana tidak boleh ada anggota yang merangkap jabatan sebagai profesi struktural yang berkaitan dengan olahraga, tidak bolah ada konflik kepentingan,” kata Rheza dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

“Kami juga akan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder olahraga agar tercipta pelaksanaan doping yang baik. Kami berharap semua pihak dapat mendukung LADI,” sambungnya.

Rheza menjelaskan bahwa LADI juga kini sudah mengikuti perencanaan pengujian doping sesuai dengan standarisasi WADA sehingga diharapkan insiden sanksi WADA tak terulang.

LADI, lanjut Rheza, bahkan kini sudah mengantongi izin untuk melakukan tes doping terhadap cabang olahraga yang telah ditentukan guna memenuhi batas aman sampel doping pada tahun ini.

Indonesia tak bisa kibarkan bendera merah putih di Piala Thomas 2020 karena sanski dari WADA

Rzeha juga menyebut ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan pengujian, di antaranya perencanaan tes doping, formula perhitungan jenis sampel, penentuan cabang olahraga yang layak untuk dilakukan tes, serta tingkat risiko doping di setiap cabang.

“Pengujian 2021 sudah kami penuhi menggunakan perencanaan versi lama. Untuk 2022 kami menggunakan proses perencanaan versi baru yang sudah diarahkan oleh mereka (WADA) dan sudah dapat persetujuan dari mereka, Insyaallah kami hanya perlu melakukan tesnya saja,” tutup Rheza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini