Share

Tak Mau Terpuruk seperti Tunggal Putri, Richard Mainaky Minta PBSI Pikir Panjang Sebelum Coret Praveen/Melati dari Pelatnas

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 40 2533874 tak-mau-terpuruk-seperti-tunggal-putri-richard-mainaky-minta-pbsi-pikir-panjang-sebelum-coret-praveen-melati-dari-pelatnas-PSd88dh5MM.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PP PBSI)

JAKARTA - Mantan pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky meminta kepada pihak PBSI untuk berpikir panjang dalam memutuskan dicoret atau tidaknya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dari Pelatnas. Sebab andai Praveen/Melati dicoret, ganda campuran akan kehilangan sosok panutan dan hal itu bisa mempengaruhi generasi sektor tersebut.

Kabar pencoretan pasangan andalan Indonesia ini sudah hangat sejak akhir 2021 lalu. Terlihat beberapa tanda-tanda yang kuat bahwa juara All England 2020 ini tidak lagi berkostum merah putih tahun ini.

Namun sampai saat ini, kepastian itu masih simpang siur dan belum ada pernyataan resmi dari PBSI. Kepastian itu akan didapat setelah PBSI mengeluarkan SK promosi-degradasi untuk Pelatnas Cipayung 2022 ini.

Kalaupun kabar itu benar, menurut Richard bakal jadi momok sendiri bagi sektor ini. PBSI dan pelatih Nova Widianto perlu bekerja ekstra keras mencari panutan di sektor ini sebagaimana apa yang Richard lakukan dulu.

Baca Juga: Richard Mainaky Ungkap Penyebab jika Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Resmi Dicoret dari Pelatnas PBSI

Richard Mainaky (PBSI)

“Kalau lihat seperti ini PBSI harus bekerja keras bahwa di ganda campuran sudah tidak ada lagi nama besar,” ucap Richard saat dihubungi tim MNC Portal Indonesia, Selasa (18/1/2022).

“Harus pikir ke depan untuk ada panutan, karena waktu dulu kan di ganda campuran selalu ada panutan seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sampai waktunya mereka mundur kita legawa. Dulu juga Vita Marissa, Nova Widianto, itu kan betul-betul panutan ya dalam prestasi mereka, nama-nama besar mereka,” lanjutnya.

Sulitnya menemukan sosok panutan itu karena menurut Richard harus ada tiga aspek yang berjalan beriringan, yakni nama besar, prestasi, dan attitude/perilaku. Hal itu yang menurutnya belum ada pengganti di sektor ini.

Adapun Praveen/Melati sejauh ini menurutnya merupakan panutan dari sisi nama besar dan prestasi. Namun sayang, attitude/perilaku dari pasangan ini banyak bermasalah.

“Tetap mereka meski naik turun itu tapi mereka juara All England, juara Super Series itu tidak gampang. Mereka itu panutan nama besarnya. Mereka bisa sampai ranking dunia tidak diragukan lagi, tapi yang diragukan itu perilaku mereka, non teknisnya,” lanjutnya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Richard pun mencontohkan di sektor ganda putra yang tidak pernah kehilangan panutan dapat konsisten meraup prestasi. Sebaliknya di sektor tunggal putri dan ganda putri yang kesulitan di setiap kejuaraan.

“PBSI khususnya Nova harus kerja keras ekstra keras, karena memang sangat berat, seperti tunggal putri dan ganda putri. Ganda putri masih ada Greys (Greysia Polii) aja sudah sulit, masih ada Greys saja itu juga masih kemat kemut itu prestasi. Tunggal putri juga habis dan setengah mati itu angkatnya,” lanjutnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Richard sejatinya setuju kalau Praveen/Melati sangat buruk dalam hal perilaku. Namun, ia merasa saat ini tak ada nama besar selain Praveen/Melati yang dapat diandalkan di sektor ganda campuran PBSI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini