Juara Piala Thomas 2020, Jonatan Christie Persembahkan Gelar untuk sang Kakak

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 40 2489008 juara-piala-thomas-2020-jonatan-christie-persembahkan-gelar-untuk-sang-kakak-FQYM98deQ5.jpg Jonatan Christie saat tampil di Piala Thomas 2020. (Foto: PBSI)

AARHUS Jonatan Christie dan tim bulu tangkis Indonesia sukses merebut gelar juara Piala Thomas 2020. Untuk Jonatan Christie sendiri, gelar juara ini dipersembahkan khusus kepada sang kakak tercinta yang kini sudah berada di surga, Ivan Christie.

Sebagaimana diketahui, pemuda yang akrab disapa Jojo itu menjadi pahlawan di partai final Piala Thomas 2020 melawan China. Dia menghajar Li Shi Feng dalam pertarungan rubber game yang berakhir dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14 pada partai ketiga.

Jonatan Christie

Kemenangannya otomatis membawa Indonesia menang telak atas China dengan skor 3-0. Alhasil, Tim Garuda pun merengkuh gelar ke-14 mereka di Piala Thomas 2020.

BACA JUGA: Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas 2020, Pramudya/Yeremia Nyanyi Mars PBSI

BACA JUGA: Dibantai Jonatan Christie Sampai Jari Kram, Anders Antonsen: Yuk Tanding Lagi Sampai 1 Jam 45 Menit!

Trofi tersebut pun sangat spesial untuk Jojo karena itu merupakan yang pertama untuknya. Oleh karena itu, Jojo mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan dan semua orang yang berperan dalam kariernya sejauh ini. Dia mengatakan bahwa sang kakak yang telah meninggal dunia adalah inspirasinya.

“Tanpa Tuhan, saya bukan apa-apa. Ini juga untuk kakak laki-lakiku, ini untuknya. Dia menginspirasi saya,” kata Jojo dikutip dari laman resmi BWF, Rabu (20/10/2021).

“Saya tahu perbedaan dengan dia dan tanpa dia. Saya juga ingin melihat ayah dan ibu saya bangga. Ketika saudara saya meninggal, saya mencoba yang terbaik untuk meraih medali. Aku memikirkan dia sepanjang waktu,” imbuhnya.

Jonatan Christie. Foto: Badminton Photo

Dalam gelaran Piala Thomas 2020, Jonatan berhasil meraih lima kemenangan, yakni saat melawan Aljazair, Taiwan, Malaysia, Denmark, dan China. Dia hanya mengalami satu kekalahan ketika berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn dengan skor 10-21 dan 14-21.

Selain meraih gelar juara, pemain berusia 24 tahun itu juga memecahkan rekor pertandingan terlama yang pernah dilakoninya. Dia bermain selama 100 menit saat menang melawan Anders Antonsen dari Denmark di babak semifinal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini