Indonesia Ditegur Badan Anti-Doping Dunia, Begini Penjelasan Menpora Zainudin Amali

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 43 2483444 indonesia-ditegur-badan-anti-doping-dunia-begini-penjelasan-menpora-zainudin-amali-TI4L1MSRtZ.jpg Menpora Zainudin Amali pastikan kegiatan olahraga di Indonesia aman meski kena teguran dari WADA. (Foto/Kemenpora)

JAKARTA – Indonesia ditegur Badan Anti-Doping Dunia (WADA) karena dianggap tidak patuh melakukan program anti-doping. Menanggapi teguran tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, memberikan penjelasan.

Indonesia bersama Thailand dan Korea Utara dinyatakan tidak patuh dalam menjalankan program pengujian efektif anti-doping. Pihak pemerintah pun menerima surat teguran itu pada Kamis 7 Oktober 2021 kemarin.

Foto/Reuters

Beberapa lama setelah menerima surat itu, Amali langsung berkoordinasi dengan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk menanyakan apa yang salah dalam prosedur. Ternyata diungkapkan bahwa permasalahan utama ada di kelengkapan sampel doping.

Baca juga: Indonesia Kena Tegur Badan Anti-Doping Dunia, Bagaimana Nasib Turnamen Bulu Tangkis di Bali?

Amali menyampaikan bahwa Indonesia belum mampu memenuhi sampel doping pada 2020 sesuai dengan Test Doping Plan (TDP) yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini imbas pandemi Covid-19 di pertengahan tahun yang membuat kompetisi olahraga di Indonesia harus vakum.

Baca juga: Kena Tegur Badan Anti-Doping Dunia, Pengamat Olahraga: Ini Tamparan untuk Indonesia

“Ini lebih kepada pengiriman sampel, pada 2020 kita merencanakan akan memberikan sampel sesuai (yang telah) kita buat perencanaan pada sebelumnya. Tapi kita tidak menyangka bulan Maret kita kena Covid, berkepanjangan sampai sekarang. Sehingga tidak ada kegiatan olahraga untuk dijadikan sampel,” ucap Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (8/10/2021).

Kemudian memasuki 2021, Indonesia sebenarnya telah mengirimkan beberapa sampel. Namun jumlah itu masih belum memenuhi TDP sebelumnya. Ketika baru ingin dilengkapi, Indonesia lebih dulu kena teguran ini.

Oleh sebab itu, Amali dan timnya sudah mengirim surat balasan untuk mengklarifikasi hal ini kepada WADA. Amali berkata, Indonesia tidak khawatir untuk memenuhi kelengkapan ini berhubung sampel akan banyak didapatkan dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang sedang berlangsung.

“Masuk ke 2021, sebenernya sampel itu lebih besar yg disampaikan tapi, ditanya mana? Biasanya kan ada tes doping plan, nah ini belum terpenuhi. Untuk 2021 ini tidak khawatir karena masih ada PON, artinya dari PON ini kita bisa banyak dapat sampel, jadi apa yang direncanakan itu bisa terpenuhi,” lanjutnya.

Foto/Kemenpora

Amali pun menambahkan, insan olahraga Indonesia tak perlu khawatir berlebihan terkait ancaman yang ditimbulkan dari masalah ini. Pasalnya, WADA memberi waktu sebanyak 21 hari untuk mengklarifikasi teguran tersebut dan Indonesia masih punya waktu.

“Kita punya waktu untuk bisa mengklarifikasi kira-kira 21 hari lah dalam surat itu. Jadi masih ada waktu. Saya optimis kalo ini clear setelah kita komunikasi, sampel-sampel doping diambil dari PON ini banyak dari banyak cabor. Tapi ini harus disampaikan kepada WADA,” lanjutnya.

“Adapun masalah yang beredar itu akan muncul kalau kita benar-benar dibanned. Ini kan masih ditegur,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini