Alan Budikusuma Peraih Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992, Begini Kehidupannya Sekarang

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 40 2462548 alan-budikusuma-peraih-medali-emas-olimpiade-barcelona-1992-begini-kehidupannya-sekarang-s2ODRurpMT.jpg Alan Budikusuma peraih emas Olimpiade Barcelona 1992. (Foto/Ist)

ALAN Budikusuma merupakan salah satu pahlawan Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Dia meraih emas lewat cabang olahraga bulu tangkis di nomor tunggal putra.

Lahir di Surabaya pada 1968 silam, Alan Budikusuma Wiratama memiliki nama Tionghoa Goei Ren Fan. Dia memutuskan pensiun sebaai pemain bulu tangkis pada 1996.

Pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Alan Budikusuma menjadi juara di nomor tunggal putra setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Ardy B Wiranata, dengan skor 15-12, 18-13.

Foto/Instagram

Alan Budikusuma bukan satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali emas kala itu. Sebab, di nomor tunggal putri ada nama Susy Susanti yang juga menyumbangkan emas untuk Indonesia.

Baca juga: Bang Soo-hyun Mantan Rival Susy Susanti yang Raih Medali Emas Olimpiade Atlanta 1996, Begini Kondisinya Sekarang

Uniknya, Alan dan Susy mulai menjalin asmara. Keduanya kemudian menikah pada 9 Februai 1997.

Alan Budikusuma lahir pada 29 Maret 1968 Surabaya, ketertarikannya dengan bulu tangkis pun dimulai sejak ia berusia tujuh tahun. Mengawali kariernya dengan bergabung pada klub bulu tangkis Rajawali di Surabaya.

Baca juga: Ardy B Wiranata Legenda Indonesia yang Rekornya Disamai Taufik Hidayat, Begini Kabar Terkininya

Keseriusan Alan pada bulu tangkis pun mulai terlihat saat usianya yang ke-15 dengan memutuskan meninggalkan kota kelahirannya dan bergabung dengan klub yang juga banyak mencetak atlet bulu tangkis berprestasi, yaitu PB Djarum.

Kariernya di dunia bulu tangkis kian cemerlang hingga pada 1987 Alan Budi Kusuma dipanggil PBSI bersama rekannya, Ardy B. Wiranata. Prestasinya mulai terlihat saat ia menjuarai tunggal putra junior di Jakarta Open pada 1985 pada usia 17 tahun dan Thailand Terbuka pada 1989.

Segudang prestasi pun telah diraihnya termasuk meraih gelar juara dunia pada 1991. Alan Budikusuma juga pernah membawa Tim Indonesia meraih Trofi Thomas Cup pada gelaran 1996 di Hongkong.

Alan Budikusuma kemudian memutuskan untuk gantung raket usai Olimpiade Atlanta 1996. Setelah memutuskan untuk menikah dengan Susy Susanti, keduanya memilih untuk mencoba peruntungannya di dunia bisnis.

Foto/Instagram

Berangkat dari situ, tercetuslah ide mereka untuk merambah ke dunia bisnis aparel olahraga yang dikenal dengan merek dagang Astec. Seperti diketahui, Astec merupakan kepanjangan dari nama sang pemiliknya yakni Alan Susi Technology (Astec) dengan nama perusahaan PT Astindo Jaya Sport.

Bisnis aparel olahraga ini digeluti Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti sebagai langkah untuk tetap berkontribusi pada dunia bulu tangkis Indonesia. Astec dikenal rutin menggelar turnamen bulu tangkis kategori usia. Hal ini tentunya bertujuan untuk menjadi wadah bagi para bibit-bibit muda bulu tangkis Indonesia.

Selain sibuk menguru bisnis, Alan dan Susy saat telah dikaruniai tiga orang anak yakni Laurencia Averina Wiratama, Sebastianus Frederick Wiratama dan Albertus Edward Wiratama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini