Puasa Tak Halangi Atlet Peluncur Es Zahra Lari Giat Latihan

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 43 2398060 puasa-tak-halangi-atlet-peluncur-es-zahra-lari-giat-latihan-FrJO5bRQhj.JPG Zahra Lari. (Foto/Instagram Zahra Lari)

ABU DHABI – Meski sedang menjalani puasa, hal itu tak menghalangi atlet peluncur es, Zahra Lari giat latihan. Atlet asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab itu, memposting video story sedang latihan di akun Instagram-nya.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut memperlihatkan gambaran ruang seluncur es untuk latihan yang memang terlihat lengang pada Selasa 20 April 2021 pagi waktu setempat. Terlihat juga ada tribun bangku biru berderet yang kosong tidak ada pengunjung satupun.

Foto/Instagram

Dirinya kerap menjadi perhatian karena menjadi salah satu atlet muslim yang turut menjalani ibadah puasa di bulan ramadan. Meski demikian, itu bukan penghalang bagi Zahra.

Baca juga: Sempat Dilarang Ayah, Zahra Lari Tetap Bermain Ice Skating meski Berhijab

Kehadiran Zahra Lari di dunia ice skating memang seperti sebuah ironi. Dengan ice skating adalah olahraga yang dilakukan di atas es, Zahra yang berasal dari Uni Emirat Arab yang gersang dan tandus tentu butuh jalan panjang untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Baca juga: Kenakan Hijab, Poin Atlet Ice Skating Ini Dikurangi Juri

Terkait akan hal itu, Zahra tidak menjadikan halangan tersebut sebagai penghambat untuk dirinya. Dibandingkan kesulitan mencari tempat latihan, tantangan nya adalah pakaian Zahra yang tertutup dan berhijab.

Ketika itu, Zahra berlaga di European Cup 2012 di Canazei, Italia, dan mendapatkan pengurangan nilai karena kostum yang dikenakan. Padahal pengurangan nilai biasanya dilakukan oleh juri karena rok yang dikenakan terlalu pendek atau aksesoris yang digunakan jatuh.

"Mereka melihat dari segi kesehatan dan keselamatan, namun kemudian saya bisa membuktikan bahwa bentuk pakaian ini tidak akan jatuh dan jadi kendala," ujar Zahra dikutip dari emirateswoman.com.

Zahra juga menuturkan harapan agar semua perempuan muslim mendapat kesempatan sama di arena olahraga tanpa terkendala peraturan. Bagaimana bakat yang dimiliki tidak dari negara asal atau bahkan pakaian.

"Semua orang sama, kami sejajar dan seharusnya dinilai berdasarkan bakat kami, tidak berdasarkan asal kami dan pakaian kami," pungkasnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini