Terkait akan hal itu, Zahra tidak menjadikan halangan tersebut sebagai penghambat untuk dirinya. Dibandingkan kesulitan mencari tempat latihan, tantangan nya adalah pakaian Zahra yang tertutup dan berhijab.
Ketika itu, Zahra berlaga di European Cup 2012 di Canazei, Italia, dan mendapatkan pengurangan nilai karena kostum yang dikenakan. Padahal pengurangan nilai biasanya dilakukan oleh juri karena rok yang dikenakan terlalu pendek atau aksesoris yang digunakan jatuh.
"Mereka melihat dari segi kesehatan dan keselamatan, namun kemudian saya bisa membuktikan bahwa bentuk pakaian ini tidak akan jatuh dan jadi kendala," ujar Zahra dikutip dari emirateswoman.com.
Zahra juga menuturkan harapan agar semua perempuan muslim mendapat kesempatan sama di arena olahraga tanpa terkendala peraturan. Bagaimana bakat yang dimiliki tidak dari negara asal atau bahkan pakaian.
"Semua orang sama, kami sejajar dan seharusnya dinilai berdasarkan bakat kami, tidak berdasarkan asal kami dan pakaian kami," pungkasnya.
(Ramdani Bur)