ABU DHABI – Zahra Lari tidak pernah berpikir untuk jadi atlet ice skating sampai akhirnya menonton Ice Princess di usia 12 tahun. Kini dia pun berjuang untuk bisa membawa hijab mendapatkan perlakuan sama di arena seluncur indah.
Kehadiran Zahra Lari di dunia ice skating memang seperti sebuah ironi. Dengan ice skating adalah olahraga yang dilakukan di atas es, Zahra yang berasal dari Uni Emirat Arab yang gersang dan tandus tentu butuh jalan panjang untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Terkait akan hal itu, Zahra tidak menjadikan halangan tersebut sebagai penghambat untuk dirinya. Dibandingkan kesulitan mencari tempat latihan, tantangan nya adalah pakaian Zahra yang tertutup dan berhijab.

Ketika itu, Zahra berlaga di European Cup 2012 di Canazei, Italia, dan mendapatkan pengurangan nilai karena kostum yang dikenakan. Padahal pengurangan nilai biasanya dilakukan oleh juri karena rok yang dikenakan terlalu pendek atau aksesoris yang digunakan jatuh.