Share

Sebelum Terjun ke Voli, Aprilia Manganang Dalami Cabor Atletik

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 43 2375838 sebelum-terjun-ke-voli-aprilia-manganang-dalami-cabor-atletik-ixyLVPANmn.jpg Aprilia Manganang (Foto: Instagram/Manganang92)

MANADO - Sebelum terjun ke olahraga Voli, Aprilia Manganang sebelumnya bergelut di olahraga atletik. Bahkan Aprilia sempat diutus mengikuti kejuaran pelajar asia di Jepang, namun dia gagal berlaga karena saat menjalani tes, Hormon testosteron atau hormon prianya lebih tinggi dari pada hormon wanita.

"Dari awal dia ikut kejuaraan pelajar asia di Jepang, cuma karena waktu tes gen, dia tidak bisa ikut kejuaraan atletik untuk perorangan, tapi kalau dia beregu sebenarnya boleh ikut, tapi karena dia perorangan secara otomatis karena hormon testosteron atau hormon laki-lakinya lebih tinggi dari pada hormon wanita, maka tidak diijinkan dia untuk tampil, waktu itu dia masih SMP," tutur Fredy H Kojongian kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021).

Padahal kata pelatih basket yang akrab disapa Lexi itu, Dessy Sumigar, sprinter nasional asal Sulut era 1980-an hingga awal 2000-an pernah kalah saat diadu lari dengan Aprilia. "Aprilia sudah masuk finis, begitu dia menoleh ke belakang, Dessy baru memasuki garis finis," kata Lexi

Memasuki masa SMA, dari Atletik dia beralih ke dua cabang olahraga, Voli dan Basket. Waktu ikut Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Maluku, Aprilia mengikuti dua cabang olahraga tersebut. Begitu juga saat lolos mengikuti

Baca juga: Kiprah Aprilia Manganang saat Bela Klub Voli Putri Thailand

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jogjakarta pada 2010 lalu, April mengikuti dua cabang olahraga itu.

"2010 dia ikut seleksi DBL, seleksi basket untuk persiapan ke Amerika dia gagal karena waktu. Padahal dari semua panitia, dia sudah direkomendasikan untuk berangkat, cuma karena harus kelahiran Januari sementara dia kelahiran April," ujar Lexi.

Secara umum kata Lexi, Aprilia diterima sebagai siswa berprestasi di cabang olahraga bola voli, tetapi waktu beberapa kali latihan, dia lebih tertarik masuk ke cabang olahraga bola basket, Dari situlah Lexi mengaku mulai dekat dengan Aprilia.

Sejak menangani Aprilia, Lexi mengaku tipe Aprilia waktu masih di bangku SMA itu tergolong feminin, belum ada kelihatan nyata kalau dia lebih ke laki-laki, bukan perempuan.

"Waktu saya kasih latihan, dia itu sering merengek, bahkan menangis, dari cara berbicara memang masih nyata bahwa dia itu perempuan, cuma ya seiring waktu, dengan proses pelatihan, dengan cara pergaulan, kemungkinan besar itu juga bisa merubah sifatnya itu jadi makin nampak sifat laki-lakinya,"

"Kalau waktu SMA, bentuk badannya masih feminim, masih belum kelihatan bahwa dia itu laki-laki, cuma memang disaat main voli atau main basket, kelihatan sekali kalau dia itu sangat menonjol di antara yang lain," terang Lexi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini