Menurutnya, Islam hanya dijadikan tameng sekaligus kambing hitam dalam kasus terorisme ini. Di satu sisi, pihak yang meneror mengatasnamakan Islam untuk melakukan perbuatan terkutuk mereka.
Sementara itu di sisi lain, banyak negara di dunia yang pada akhirnya menyalahkan Islam atas hal-hal buruk yang terjadi. Maka dari itu, Abdul-Jabbar mengajak orang-orang untuk membuka mata dan mengenal Islam yang sesungguhnya, sebuah agama yang cinta damai.

Meskipun semua pihak di Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa ekstremis telah menyalahgunakan Islam sebagai kedok, namun Abdul-Jabbar menilai Islamofobia masih meningkat di negara asalnya tersebut.
“Pengetahuan (utamanya tentang Islam) akan memungkinkan semua orang untuk memahami apa sebenarnya yang sedang kita hadapi,” papar Abdul-Jabbar.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.