Marquez Absen di Brno, Tim Dokter MotoGP Harus Tanggung Jawab

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 38 2257061 marquez-absen-di-brno-tim-dokter-motogp-harus-tanggung-jawab-nWBFiDdMvh.jpg Marc Marquez tidak seharusnya diizinkan balapan (Foto: MotoGP)

MILAN – Ahli Ortopedi di Rumah Sakit Humaniti Milano, Professor Alex Castagna, menuding tim dokter MotoGP bersalah karena sudah mengizinkan Marc Marquez mengaspal di MotoGP Andalusia 2020. Sebab, izin tersebut terbukti memperparah cederanya.

Seperti diketahui, Marc Marquez mengalami cedera patah tulang humerus pada lengan kanan atasnya. Tulang tersebut patah setelah lengan sang pembalap terbentur ban belakang motornya saat terjatuh pada seri perdana, MotoGP Spanyol 2020, Minggu 19 Juli lalu.

Juara dunia MotoGP 2019 itu langsung diterbangkan ke Barcelona guna menjalani operasi bedah pada Selasa 21 Juli 2020. Namun, ia membuat kejutan dengan kembali ke Sirkuit Jerez-Angel Nieto untuk seri kedua, pada Kamis 23 Juli sore WIB. Kendati dinyatakan fit untuk mengaspal, ia memilih undur diri.

Baca juga: Bradl Gantikan Marquez di MotoGP Republik Ceko 2020

Hasil rontgen tangan Marc Marquez

Sebelum mundur, The Baby Alien sempat menjajal motor selama beberapa putaran. Setelah merasakan tangannya semakin sakit, ia memutuskan tidak membalap di Andalusia. Marc Marquez memilih mendengarkan tubuhnya untuk beristirahat.

Professor Alex Castagna tidak menyalahkan kobaran ambisi dan keinginan pembalap berusia 27 itu untuk mengaspal. Hal itu normal bagi semua atlet. Namun, ia mengarahkan jari kepada tim medis MotoGP. Andai tidak diberi izin, tentu Marc Marquez tidak akan memaksakan diri turun mengaspal.

“Atlet bisa berjudi untuk bugar, tetapi dokter tidak boleh. Saya bisa memahami keinginan besar pembalap untuk segera kembali ke lintasan. Yang saya tidak mengerti bagaimana bisa dokter dan Dorna Sports memberinya izin untuk membalap,” ucap Alex Castagna, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, izin tersebut adalah sebuah kesalahan besar. Sebab, setelah dua putaran dengan motornya, Marc Marquez merasa kebas pada tangan kanan. Itu menimbulkan risiko besar bagi keselamatan sang pembalap juga koleganya di lintasan.

“Itu adalah tanda orang-orang tidak berpendidikan. Dalam biologi, tidak ada fenomena. Semuanya butuh waktu yang kurang lebih sama dengan semua orang,” sambung sang dokter.

Selama menjalani masa pemulihan, Marc Marquez terlihat melakukan latihan beban guna menguji kekuatan lengan kanannya. Ternyata, latihan tersebut justru memperburuk cedera. Ia harus menjalani operasi kedua karena pelat titanium di tangannya mengalami tekanan berat.

Pembalap berpaspor Spanyol itu langsung menjalani operasi bedah kedua untuk mengganti pelat titanium. Alih-alih bugar untuk MotoGP Republik Ceko 2020, ternyata dirinya harus absen, bahkan bisa diperpanjang hingga seri berikutnya di Austria, 16 Agustus mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini