BWF Berikan Alasan Tak Ada Hadiah Uang di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 40 2223920 bwf-berikan-alasan-tak-ada-hadiah-uang-di-kejuaraan-dunia-bulu-tangkis-jB94Az9rsx.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: PBSI)

KUALA LUMPUR – Beberapa waktu yang lalu, legenda bulu tangkis asal Malaysia, Rashid Sidek mempertanyakan kebijakan BWF yang tak menghadiahi uang di ajang Kejuaraan Dunia, Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, dan beberapa turnamen penting lainnya. Menurut Rashid, sudah seharusnya BWF mulai memberikan hadiah uang di turnamen-turnamen penting tersebut.

Rashid meminta hal tersebut karena menurutnya BWF telah mendapatkan dana yang begitu besar dari penyelenggaraan turnamen-turnamen yang masuk ke dalam BWF World Tour. Setidaknya total ada 25,1 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp357 miliar pendapatan yang berhasil dikumpulkan BWF setiap tahunnya.

Baca Juga: PBSI Pertanyakan Salah Satu Poin Regulasi Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

BWF

Dengan dana yang besar seperti itulah Rashid meminta BWF untuk segera memberikan hadiah uang kepada para atlet bulu tangkis di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan turnamen yang belum ada hadiah uangnya. Menurutnya dana tersebut harus benar-benar kembali ke tangan para atlet bulu tangkis.

Mendengar perkataan Rashid tersebut, BWF pun mencoba untuk meluruskan segalanya. Seperti apa yang dikatakan Sekjend BWF, Thomas Lund, sudah menjadi sebuah tradisi bahwa tak ada hadiah uang dari BWF dalam turnamen Kejuaraan Dunia semenjak digelar pada 1977. Hadiah uang pun memang tak pernah ada dalam kebijakan BWF di turnamen seperti Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, dan Kejuaraan Dunia Junior.

Akan tetapi, BWF memastikan semua yang mereka dapatkan tetap akan kembali ke bulu tangkis. Namun, semua uang tersebut lebih disalurkan kepada hal-hal lain seperti halnya pengembangan olahraga tersebut serta membayar pemasaran dan berbagai macam lainnya.

“Kami menerima 17 juta dollar AS (Rp241 miliar) untuk tahun ini. Pendapatan itu digunakan untuk pengembangan seluruh pertandingan (bulu tangkis). Pengembangan yang dimaksud seperti peningkatan kualitas pemain agar menjadi kelas atas hingga dalam menjadi tuan rumah suatu turnamen,” ungkap Lund, seperti yang dikutip dari The Star, Rabu (3/6/2020).

“Kejuaraan dunia tidak pernah ada hadiah uang. Hal itu sama seperti Olimpiade, namun setiap uang dari pendapatan kami, kami berikan kembali untuk bulu tangkis. Kami melakukan tur dunia yang menguntungkan dan hal itu adalah bagian terbesar dari kompetisi kami,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini