PBSI Pertanyakan Salah Satu Poin Regulasi Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 18:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 40 2222122 pbsi-pertanyakan-salah-satu-poin-regulasi-baru-kualifikasi-olimpiade-tokyo-2020-43QYp8pGiw.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Foto: Laman resmi PBSI)

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyambut baik keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tentang regulasi baru kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Namun begitu, mereka mempertanyakan salah satu aturan tentang Tim China dan Hong Kong yang akan menerima poin di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2021.

Seperti diketahui, periode kualifkasi Olimpiade Tokyo untuk bulu tangkis akan dimulai kembali pada 2021 mulai minggu pertama hingga minggu ke-17. Akan tetapi, tidak semua turnamen di sepanjang 17 minggu pada 2021 itu akan diperhitungkan.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

Beberapa turnamen yang akan masuk dalam perhitungan adalah mereka yang pada 2020 mengalami penundaan atau batal akibat pandemi Covid-19. Karena itu, turnamen pada 2021 yang akan masuk dalam perhitungan kualifikasi adalah Jerman Open, Swiss Open, Lingshui China Masters, Orleans Masters, India Open, Malaysia Open, Singapura Open, dan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia.

Baca juga Tanggapan Sekjen PBSI Terkait Mundurnya Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2020

Akan tetapi, BWF memberikan kebijakan khusus bagi para pemain China dan Hong Kong yang akan mendapat poin dari Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia pada 2021. Tetapi, hal itu menimbulkan pertanyaan karena pada tahun lalu, para pemain yang mendapat poin dari Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia pada 2020 hanyalah para pemain tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri.

Sementara di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia pada 2021 ada nomor ganda campuran yang dimainkan. Jelas, hal itu menimbulkan pertanyaan, karena itu akan sedikit menguntungkan para pemain ganda campuran dari China dan Hong Kong.

“Kalau pemberian poin untuk tim Tiongkok dan Hong Kong karena tidak ikut Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020 itu tidak masalah, yang jadi perhatian adalah mereka akan dapat poin dari Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2021 yang ada nomor ganda campurannya. Ini menjadi tidak fair untuk negara-negara lain,” ungkap Bambang Roedyanto selaku Ketua Sub Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, seperti dilansir dari laman resmi PBSI, Sabtu (30/5/2020).

“Kami telah minta penjelasan dari BWF mengenai hal ini, dari keterangan BWF kan tidak dijelaskan apakah poin ganda campurannya dihitung atau tidak, hanya ada statement akan mendapat poin dari BAMTC 2021 yang di dalamnya ada nomor ganda campuran. Makanya kami tidak mau ada salah pengertian dan masih menunggu jawaban dari BWF,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini