nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disindir Hamilton Lebih Utamakan Uang dari Keselamatan Pembalap, Ini Reaksi CEO F1

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2020 05:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 14 37 2183114 disindir-hamilton-lebih-utamakan-uang-dari-kesalamatan-pembalap-ini-reaksi-ceo-f1-wXjzi3Vvht.jpg Chase Carey (Foto: Twitter F1)

MELBOURNE – CEO Formula One (F1), Chase Carey, memberikan komentar soal tudingan yang diutarakan oleh Lewis Hamilton sebagai sosok yang hanya mengutamakan uang dibanding keselamatan. Hal itu diutarakan Hamilton saat Carey memutuskan untuk tetap menggelar balapan F1 GP Australia 2020 saat penyebaran virus Korona semakin mengkhawatirkan.

Sebagaimana diketahui, Carey memang sempat membuat pernyataan kontroversial pada awal pekan kemarin dengan menyebut balapan F1 GP Australia 2020 tetap akan digelar walau tanpa penonton. Namun keputusan itu akhirnya direvisi, balapan F1 GP Australia 2020 pun akhirnya dibatalkan.

Lewis Hamilton

Carey pun akhirnya memberikan balasan soal komentar miring yang diutarakan oleh Hamilton kepadanya. Carey menegaskan bahwa sempat adanya keinginan untuk menggelar balapan di F1 GP Australia 2020 lantaran pihak FIA –promotor F1 belum menggelar pertemuan untuk membahas nasib balapan tersebut.

Baca Juga: F1 GP Australia 2020 Dibatalkan, Hamilton: Ini Keputusan yang Tepat

“Jika uang adalah raja kita tidak akan membuat keputusan seperti yang kita lakukan saat ini. Sebelumnya kami memang berencana untuk tetap menggelar balapan di sini (Australia), namun itu sebelum keadaan di sini berubah,” jelas Carey, seperti disadur dari Motorsport, Sabtu (14/3/2020).

“Pada saat itu, kami dan FIA juga belum melakukan pertemuan untuk membahas kemungkinan-kemungkinan yang terjadi selama pekan balap di sini. Ketika situasinya berubah dari hari ke hari dalam beberapa hari dari jam ke jam, kami terus mengevaluasi itu dan membuat keputusan yang tepat ke depan,” lanjutnya.

Baca Juga: Wolff Sebut Dominasi Mercedes Tak Buat F1 Kurang Menarik

“Kami mencoba menggali banyak informasi berbeda untuk membuat keputusan yang tepat pada waktu yang tepat dan saya pikir kami melakukan itu,” tutup pria berkebangsaan Amerika Serikat berusia 66 tahun tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini