nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Formula E, Balapan Kelas Dunia yang Segera Digelar di Jakarta

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 10:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 37 2171915 mengenal-formula-e-balapan-kelas-dunia-yang-segera-digelar-di-jakarta-ybvrKw7WND.jpg E-Prix Santiago di Cile (Foto: FIA)

KESADARAN pelaku dunia otomotif untuk mengembangkan mobil listrik langsung ditanggapi cepat oleh Federasi Balap Mobil Internasional (FIA). Digagas oleh Jean Todt sejak 2011, balapan perdana Formula E (FE) yang sepenuhnya menggunakan mobil listrik akhirnya terwujud pada 2014.

Berbeda dengan Formula One (F1) yang diperlombakan dari Maret-November tahun berjalan, FE biasanya digelar pada September-Juni. Selain itu, Formula E juga tidak menggunakan sirkuit permanen, tetapi lintasan temporer yang mengambil jalan raya sebuah kota dengan jarak tempuh minimal 1,9 kilometer (km) dan maksimal 3,4 km.

Baca juga: Segera Mentas di Jakarta, Begini Spesifikasi Mobil Formula E

Sirkuit temporer FE di E-Prix Santiago, Cile (Foto: FIA)

Perbedaan lain dengan F1, setiap tim yang berlaga di FE memakai mobil yang sasisnya diproduksi oleh Spark Racing Technology (SRT). Untuk empat kejuaraan pertama, FE memakai mobil yang diberi nama Spark-Renault SRT 01E yang didesain oleh perusahaan Italia, Dallara.

Mobil yang disebut Gen1 ini mampu dipacu hingga kecepatan maksimal 225 km/jam. Sedangkan mulai musim balap 2018-2019, FE memakai mobil Gen2 yang mampu dipacu hingga 280 km/jam. Walau punya sasis yang sama, setiap tim memakai mesin (powertrain) yang berbeda.

Setiap pekan balapan diawali dengan dua sesi latihan bebas pada pagi hari masing-masing 45 menit. Setelah itu, pada siang hari akan langsung digelar sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start. Sesi kualifikasi akan dibagi ke dalam dua grup dan setiap grup memiliki jatah enam menit untuk mencetak waktu satu putaran terbaik.

Untuk sesi latihan bebas dan kualifikasi, setiap pembalap diberi jatah kekuatan maksimal 250 kilowatt (kW) pada baterai mobil sedangkan balapan hanya dibatasi 200 kW. Balapan sendiri dibatasi waktu 45 menit plus satu putaran. Hingga musim keempat (2017-2018), setiap tim diwajibkan melakukan satu kali pit stop pada balapan.

Berbeda dengan F1 di mana pit stop dilakukan untuk mengganti ban, kecuali ban rusak maka tidak diperkenankan melakukan pergantian. Setiap pembalap perlu mengganti mobil mengingat tenaga mobilnya dibatasi. Namun, regulasi ini berubah sejak 2018-2019.

Sistem pemberian poin pun sama seperti yang berlaku di F1. Juara seri mendapat poin 25, runner-up 18, dan peringkat tiga 15. Sedangkan sisanya mendapat poin 12-10-8-6-4-2-1. Tiga poin tambahan diberikan kepada pemegang pole position di kualifikasi. Tambahan satu poin lainnya dihadiahkan kepada pencetak waktu satu putaran terbaik pada balapan, asalkan sang pembalap finis di peringkat 10 besar (zona poin).

Demi menambah seru gelaran, FE memberlakukan aturan fanboost. Penggemar bisa menentukan pembalap mana yang akan mendapat tambahan tenaga ekstra pada balapan berikut lewat media sosial. Tambahan tenaga itu akan digunakan selama lima detik pada paruh kedua balapan. Voting sendiri akan dibuka enam hari sebelum lomba dan ditutup pada 15 menit pertama balapan.

Jika di F1 dikenal ada zona DRS, maka FE mengenal attack mode. Zona ini akan ditentukan oleh FIA di setiap sirkuit dan pembalap mendapat tambahan 25 kW untuk mengejar lawan. Durasi dan berapa kali kesempatan mendapat attack mode sepenuhnya ditentukan oleh FIA agar menambah keseruan. 

Sisa tenaga mobil sangat penting untuk menentukan strategi balap. Setiap tim dan pembalap harus pintar-pintar mengatur distribusi tenaga mobil agar tidak kehabisan sebelum bendera finis dikibarkan. Karena itu, level keseruan balapan ada pada penentuan strategi mengatur sisa tenaga.

Sejak digelar pada 2014-2015, FE sudah memiliki empat juara dunia. Musim pertama dimenangi oleh Nelson Piquet Jr, sementara dua musim terakhir menjadi milik Jean-Eric Vergne. Untuk musim 2019-2020, FE diikuti 12 tim dengan 24 orang pembalap, dan menggelar 13 balapan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini