Mengenal Formula E, Balapan Kelas Dunia yang Segera Digelar di Jakarta

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 37 2171915 mengenal-formula-e-balapan-kelas-dunia-yang-segera-digelar-di-jakarta-ybvrKw7WND.jpg E-Prix Santiago di Cile (Foto: FIA)

Berbeda dengan F1 di mana pit stop dilakukan untuk mengganti ban, kecuali ban rusak maka tidak diperkenankan melakukan pergantian. Setiap pembalap perlu mengganti mobil mengingat tenaga mobilnya dibatasi. Namun, regulasi ini berubah sejak 2018-2019.

Sistem pemberian poin pun sama seperti yang berlaku di F1. Juara seri mendapat poin 25, runner-up 18, dan peringkat tiga 15. Sedangkan sisanya mendapat poin 12-10-8-6-4-2-1. Tiga poin tambahan diberikan kepada pemegang pole position di kualifikasi. Tambahan satu poin lainnya dihadiahkan kepada pencetak waktu satu putaran terbaik pada balapan, asalkan sang pembalap finis di peringkat 10 besar (zona poin).

Demi menambah seru gelaran, FE memberlakukan aturan fanboost. Penggemar bisa menentukan pembalap mana yang akan mendapat tambahan tenaga ekstra pada balapan berikut lewat media sosial. Tambahan tenaga itu akan digunakan selama lima detik pada paruh kedua balapan. Voting sendiri akan dibuka enam hari sebelum lomba dan ditutup pada 15 menit pertama balapan.

Jika di F1 dikenal ada zona DRS, maka FE mengenal attack mode. Zona ini akan ditentukan oleh FIA di setiap sirkuit dan pembalap mendapat tambahan 25 kW untuk mengejar lawan. Durasi dan berapa kali kesempatan mendapat attack mode sepenuhnya ditentukan oleh FIA agar menambah keseruan. 

Sisa tenaga mobil sangat penting untuk menentukan strategi balap. Setiap tim dan pembalap harus pintar-pintar mengatur distribusi tenaga mobil agar tidak kehabisan sebelum bendera finis dikibarkan. Karena itu, level keseruan balapan ada pada penentuan strategi mengatur sisa tenaga.

Sejak digelar pada 2014-2015, FE sudah memiliki empat juara dunia. Musim pertama dimenangi oleh Nelson Piquet Jr, sementara dua musim terakhir menjadi milik Jean-Eric Vergne. Untuk musim 2019-2020, FE diikuti 12 tim dengan 24 orang pembalap, dan menggelar 13 balapan.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini