nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lingshui China Masters 2020 Kemungkinan Dihelat Bulan Mei

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 07:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 04 40 2162839 lingshui-china-masters-2020-kemungkinan-dihelat-bulan-mei-i2TXFgqb4Z.jpg Pebulu Tangkis China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Foto: PBSI)

BEIJING - Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA) bersama dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengkonfirmasi untuk menunda seluruh turnamen yang akan digelar di China pada Februari hingga Maret 2020. Penundaan tersebut adalah dampak dari mewabahnya Virus Korona yang menyerang China.

Adapun salah satu turnamen yang mengalami dampak penundaan tersebut adalah Lingshui China Masters 2020. Pada awalnya, Lingshui China Masters 2020 bakal diselenggarakan pada 25 Februari hingga 1 Maret. Akan tetapi, mengingat situasi saat ini masih belum kondusif, maka turnamen tersebut ditunda.

Baca juga: Tak Permasalahkan Virus Korona, Jepang Pastikan Olimpiade 2020 Tetap Berjalan

Sebelum diterbitkannya penundaan turnamen tersebut, sejumlah atlet dari berbagai negara sudah terlebih dahulu mengundurkan diri dari Lingshui China Masters 2020. Indonesia bahkan menarik seluruh atletnya dari turnamen tersebut karena khawatir akan terkena dampak Virus Korona.

Hingga saat ini, tanggal pasti untuk penyelenggaraan Lingshui China Masters yang tertunda tersebut belum ditetapkan. Akan tetapi, jika menyesuaikan dengan jadwal turnamen yang lain, maka kemungkinan Lingshui China Masters 2020 baru bisa dihelat di bulan Mei.

Pada 21-26 April 2020, China sebenarnya diberi tugas untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Sama halnya dengan Lingshui China Masters 2020, sejumlah pihak juga mengkhawatirkan bakal terselenggaranya turnamen tersebut.

Kendati demikian, saat ini CBA dan BWF belum mengeluarkan putusannya terkait penyelenggaraan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020, apakah akan ditunda atau dipindahkan ke tempat lain. Mengingat jangka waktu ke turnamen tersebut masih cukup panjang, mereka ingin memantau terlebih dahulu perkembangan Virus Korona di China.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini