Zheng/Huang Beberkan Alasan Bisa Menang Mudah di Final Indonesia Masters 2020

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 40 2155176 zheng-huang-beberkan-alasan-bisa-menang-mudah-di-final-indonesia-masters-2020-SBW1P1P27j.jpg Kedua pasangan ganda campuran China di podium Indonesia Masters 2020. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Peringkat satu dunia di nomor ganda campuran, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, kembali memperlihatkan tajinya di Indonesia Masters 2020. Hal itu dikarenakan Zheng/Huang kembali berhasil menjadi juara usai mengalahkan rekan senegara mereka, yakni Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, di partai final yang berlangsung pada Minggu (19/1/2020).

Bahkan, permainan Zheng/Huang pada laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta itu cukup mengagumkan. Bagaimana tidak, menghadapi peringkat kedua dunia tersebut, Zheng/Huang tampak tak kesulitan sama sekali untuk meraih kemenangan.

Baca Juga: Kalahkan Rekan Senegara, Zheng/Huang Pastikan Gelar di Indonesia Masters 2020

Jadi, wajar saja jika Zheng/Huang mampu menyudahi laga dalam waktu 25 menit saja. Waktu yang dicatatkan Zheng/Huang itu menjadi laga final tercepat di lima pertandingan yang berlangsung di Indonesia Masters 2020.

Akan tetapi, menurut pemaparan Zheng/Huang, sangat wajar mereka bisa menyudahi pertandingan dengan cepat. Bahkan skornya pun sangat telak, yakni 21-9 dan 21-9 atas peringkat kedua dunia tersebut.

Sebab Zheng/Huang sadar lawannya sedang dalam keadaan yang kurang fit. Tepatnya ketika laga final itu berlangsung, Huang Dong Ping bisa dikatakan tidak fit 100%. Karena kurang fit itulah yang membuat permainan Wang/Huang tak bisa keluar sepenuhnya.

Jadi, Zheng/Huang tak bisa terlalu senang karena mereka tidak bisa melawan Wang/Huang di performa terbaiknya saat final ganda campuran Indonesia Masters 2020 tersebut. Kendati begitu, mereka tetap puas dengan gelar juara di Indonesia Masters 2020.

“Huang Dong Ping kurang fit, jadi itu mempengaruhi performa mereka. Enggak seperti biasanya, karena kemampuan individunya tak bisa dikeluarkan maksimal,” kata Huang Yaqiong, mengutip dari laman resmi PBSI, Minggu (19/1/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini