Susy Susanti Minta Praveen/Melati Perbaiki Komunikasi

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 40 2159641 susy-susanti-minta-praveen-melati-perbaiki-komunikasi-B6RJcFSJw5.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Laman resmi PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memberi evaluasi kepada ganda campuran Indonesia usai gagal menuai hasil manis di ajang Indonesia Masters 2020 yang digelar beberapa pekan lalu. Khusus untuk pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Susy meminta mereka untuk memperbaiki komunikasi di atas lapangan agar hasil manis bisa diraih.

Di pentas Indonesia Masters 2020, wakil Indonesia di sektor ganda campuran memang gagal bersinar. Praveen/Melati harus mengentikan perjalanannya di perempatfinal lantaran takluk dari wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 19-21, 21-14, dan 18-21.

BACA JUGA: Akibat Virus Korona, Indonesia Kemungkinan Tarik Diri dari Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020

Sementara itu, pasanga lainnya, seperti Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, mereka harus terhenti di babak pertama. Hafiz/Gloria gagal mengatasi perlawanan unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mereka takluk dua set langsung dengan skor 14-21 dan 13-21.

Hasil ini pun disayangkan oleh Susy. Sebab, ganda campuran, khususnya Praveen/Melati, dinilai memiliki kans cukup besar untuk meraih kesuksesan di Indonesia Masters 2020. Karena itu, masukan pun diberikan Susy kepada ganda campuran Indonesia, khususnya Praveen/Melati, yang dinilai perlu memperbaiki komunikasi karena menjadi kunci penting saat menjalani pertandingan.

"Sayang banget ya, malah dibanding ganda putri, sebetulnya saya merasa ganda campuran ini adalah andalan setelah ganda putra. Sebagai pemain berpotensi dan Praveen pernah juara All England, sebetulnya tidak terlalu susah buat dia," ujar Susy, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa (28/1/2020).

"Kalau lihat head to head dengan Zheng/Huang pun menang-kalah. Balik lagi, bagaimana dia mengatasi kesulitan, mesti dikomunikasikan dengan baik. Main ganda itu dua orang jadi satu, bagaimana caranya mengurangi ego masing-masing, karena mereka saling membutuhkan, masa depan mereka ada di tangan pasangan masing-masing. Kalau enggak ada komunikasi dan saling terbuka, saya yakin auranya jadi enggak enak. Satu positif, satu negatif, coba kalau saling dukung, itu akan lain," tukas Susy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini