nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tunggal Putra Terakhir yang Jawara Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 02 40 2112066 5-tunggal-putra-terakhir-yang-jawara-kejuaraan-dunia-bulu-tangkis-junior-hrpIhveHLj.jpg Kunlavut Vitidsarn menjadi pemenang dua edisi terakhir (Foto: Fox Sports Asia)

SAMA seperti cabang olahraga (cabor) lainnya, kejuaraan dunia junior sangat penting untuk bulu tangkis. Sebab, dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior maka para pecinta olah raga tepok bulu dapat melihat bakat-bakat gemilang penerus seniornya.

Semenjak digelar pada 1992, sejumlah pemain bernama besar lahir dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior. Sebut saja Peter Gade Christensen (Denmark), Lee Yong-dae (Korea Selatan), Chen Long (China), dan Ratchanok Intanon (Thailand).

Keempat pemain itu tampil sebagai juara pada nomor masing-masing dan melanjutkan prestasi itu di level senior. Khusus Chen Long, ia mampu menyabet 30 gelar juara dengan rekor 415 kali menang sepanjang kariernya hingga saat ini.

Nomor tunggal putra pun melahirkan juara dunia lainnya, yakni Viktor Axelsen dan Kento Momota pada 2010 serta 2012. Nah, berikut lima pemenang terakhir Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior pada nomor tunggal putra, Rabu (2/10/2019).

5. Heo Kwang-hee

Meski tampil secara beregu, setiap nomor tetap menampilkan juaranya masing-masing. Ambil conton Heo Kwang-hee yang berhasil menjadi juara pada 2013. Pemain asal Korea Selatan itu sukses menaklukkan wakil Taiwan Wang Tzu-wei pada final yang berlangsung di Bangkok, Thailand, lewat dua set langsung 21-11 dan 21-12.

Heo Kwang-hee menjadi pemenang pada 2013 (Foto: Zimbio)

Ketika naik ke level senior, prestasi pemain yang sekarang berusia 24 tahun itu belum terlalu mengilap. Heo hanya berhasil menjadi runner-up Taiwan Open Super 300 pada 3-8 September 2019 setelah kalah dari wakil tuan rumah, Chou Tien Chen.

4. Lin Guipu

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2014 menjadi saksi kedigdayaan China. Digelar di Alor Setar, Malaysia pada 7-18 April, kontingen asal Negeri Tirai Bambu berjaya hampir di semua nomor, kecuali tunggal putri dan ganda putra.

Lin Guipu melanjutkan dominasi China (Foto: Olympic China)

Pada nomor tunggal putra, Lin Guipu berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan rekan senegaranya Shi Yuqi. Pemain kelahiran 21 April 1997 itu sukses menaklukkan lawan dengan pertarungan tiga set, 20-22, 21-8, dan 21-18.

3. Lu Chia-hung

Kejutan tercipta pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2015 yang diselenggarakan di Lima, Peru, pada 10-15 November. Wakil Taiwan, Lu Chia-hung, berhasil keluar sebagai juara dengan menaklukkan Siril Verma dari India, 17-21, 21-10, dan 21-7.

Lu Chia Hung menjadi kampiun pertama asal Taiwan (Foto: BWF)

Titel tersebut merupakan satu-satunya gelar juara yang dimenangi Lu Chia-hung hingga saat ini. Ia tercatat sebagai tunggal putra pertama dari Taiwan yang berhasil menjadi pemenang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior.

2. Sun Feixiang

China sepertinya tidak pernah kekurangan bakat dari cabor bulu tangkis. Belum habis masa edar Chen Long dan Lin Guipu, mereka kembali menjadi juara pada nomor tunggal putra lewat Sun Feixiang pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2016 di Bilbao, Spanyol, pada 2-12 November.

Sun Feixiang menjadi pemain ke-11 asal China yang berstatus kampiun tunggal putra (Foto: Youtube)

Pada partai final, Sun Feixiang berhasil mengalahkan pemain Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, lewat dua set langsung, 21-19 dan 21-12. Pemain kelahiran 15 Mei 1998 itu menjadi juara ke-11 dari China di nomor tunggal putra.

1. Kunlavut Vitidsarn

Masa depan nomor tunggal putra Thailand ada di pundak Kunlavut Vitidsarn. Betapa tidak, pemain kelahiran 11 Mei 2001 berhasil mendominasi nomor tunggal putra pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior dalam dua edisi terakhir, yakni 2017 dan 2018, sekaligus kampiun pertama dari Negeri Gajah Putih.

Kulvaut Vitidsarn mendominasi dua kejuaraan terakhir (Foto: Fox Sports Asia)

Pada edisi 2017 yang digelar di Yogyakarta, Kunlavut sukses mengalahkan wakil Malaysia, Leong Jun Hao, lewat pertarungan tiga set 17-21, 21-15, dan 21-9. Sementara pada edisi terakhir di Kanada, 5-18 November 2018, giliran wakil Jepang Kodai Naraoka yang ditaklukkan dengan skor 21-9 dan 21-11.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini