“Ya, karena sekarang jarak waktunya sudah lama, dan dia (Kvytat) sekarang jauh lebih berpengalaman. Dia tahu apa yang harus dia lakukan, cara mengatasi segalanya, dia telah membuat kemajuan,” ucap Tost, seperti disadur dari Motorsport, Kamis (1/8/2019).
“Itulah alasan mengapa saya selalu bilang bahwa saya memerlukan tiga tahun untuk membina pembalap sebelum dianggap siap ke Red Bull. Red Bull adalah tim yang bersaing memperebutkan kemenangan, memperebutkan gelar,” sambungnya.

“Untuk itu, dia harus siap menghadapi tekanan, karena dia akan bekerja di level yang berbeda. Tidak bisa dibandingkan dengan Toro Rosso. Dia sudah menjadi pembalap yang berbeda sejak dia terakhir kali memperkuat Red Bull, waktu itu dia masih muda.”
Baca Juga: Tabrak Kvyat, Ricciardo Kena Penalti Mundur Enam Grid di F1 GP Spanyol 2019
“Sejak 2016, dia belajar banyak. Tahun lalu dia juga belajar dengan simulator Ferrari. Tahun ini, setelah 11 balapan, dia juga belajar banyak di sini. Daniil punya bakat alami dan bisa tampil sangat kencang. Kami tahu itu sejak dia masih di Formula Renault, kemudian GP3, dan tahun pertama kami di F1,” tutupnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.