Harapan dan Target Marcus Gideon Usai Asian Games 2018

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 09:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 05 601 1946174 harapan-dan-target-marcus-gideon-usai-asian-games-2018-GDweiSrHTz.jpg Marcus/Kevin (Foto: PBSI)

Lantas, apa yang akan disiapkannya untuk menghadapi tantangan menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang? Dan bagaimana dia menekuni dunia bulu tangkis?

Berikut petikan wawancara dengan Marcus:

Apa kata kuncinya sehingga Anda dan Kevin berhasil meraih emas di ganda putra Asian Games 2018?

Yang pasti pantang menyerah dan selalu melakukan hal terbaik.

Apa yang membedakan aksi Anda dalam Asian Games 2018 dengan pertandingan yang Anda lakoni sebelumnya?

Yang membedakan, Asian Games empat tahun sekali, dan ini digelar di Indonesia, sehingga ekspektasi (masyarakat Indonesia) kepada kami pasti sangat besar sekali. Dari situlah, kami ingin juara di sini (Indonesia). Itu yang membedakan dari laga-laga di tempat lain.

Marcus/Kevin vs Li Jun Hui/Liu Yu Chen (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Dua tahun lagi akan digelar Olimpiade 2020 di Jepang. Apa yang perlu Anda tingkatkan agar nanti dapat tampil di ajang olah raga terbesar di dunia itu?

Pasti ada yang perlu ditingkatkan. Banyak. Nanti kita bakal diskusi dengan partner saya (Kevin), bagaimana caranya agar kita bisa lebih baik.

Selama mengikuti berbagai kejuaraan tingkat dunia, siapa lawan yang terberat?

Semua lawan berat. Persaingan di ganda putra di tingkat dunia cukup ramai dan sekarang nggak ada negara yang lemah banget kayak dulu. Sekarang semua sudah bisa main bagus. Jadi kami nggak bisa lengah dan tidak bisa menganggap remeh negara-negara yang kurang terkenal.

Salah-satu yang diharapkan pada Anda dan Kevin, setelah meraih medali emas di ganda putra Asian Games 2018, adalah agar kalian dapat tampil konsisten dalam laga selanjutnya. Apa komentar Anda?

Pasti semua orang mau konsisten. Bisa juara terus, nggak pernah kalah. Siapa yang nggak mau seperti itu. Cuma kami kan sama-sama manusia, pasti ada kekurangan, ada kelemahan. Jadi kamiĀ  nggak bisa menjamin pasti menang terus. Tapi pasti kami akan lakukan yang terbaik.

Marcus/Kevin (Foto: Rivan Nasri Rachman/Okezone)

Setelah Anda dan Kevin dielu-elukan masyarakat Indonesia setelah meraih medali emas, Apa ada yang berubah pada diri Anda jika dibanding sebelum Asian Games?

Nggak ada bedanya. Sama saja. Kalau sudah turun (dari laga), besok pertandingan lagi. Sama saja. Dan kami kan tidak langsung main di final. Tetap sama mainnya dimulai babak pertama.

Selama laga tahap awal hingga di final Asian Games 2018, mana pertandingan yang tersulit bagi Anda dan Kevin?

Yang di final, itu pasti. Karena kita sudah ketinggalan banyak angka. Musuhnya (ganda putra Indonesia lainnya: Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian) juga tampil luar biasa saat itu.

Ada keberuntungan. Dan pasti kita juga nggak menyerah dan kita juga tidak terlalu memikirkann poinnya. Juga saat ketinggalan banget, kita selalu berusaha tampil yang terbaik. Kita mendapatkan satu poin, satu poin.

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
PEROLEHAN MEDALI
NEGARA Total
1
China 132 92 65 289
2
Japan 75 56 74 205
3
Korea Selatan 49 58 70 177
4
Indonesia 31 24 43 98
5
Uzbekistan 21 24 25 70