Share

Menikmati Olahraga Populer Australia

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Sabtu 29 Maret 2014 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 29 43 962683 dIdpQ6IiPD.jpg Suasana pertandingan Sydney Swans vs Collingwood di ANZ Stadium. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

SYDNEY - Saya bukan penggemar olahraga, apalagi menekuni satu jenis olahraga tertentu. Tetapi ketika bertandang ke Sydney, Australia, saya justru berkesempatan mengikuti pertandingan Australian Football. Padahal, seumur hidup saya belum pernah menjejakkan kaki ke dalam stadion olahraga.

Malam ini Sydney Swans menjamu Collingwood di ANZ Stadium atau yang lebih dikenal sebagai Olympic Stadion. Ya, ini adalah stadion yang dipergunakan ketika Sydney menjadi tuan rumah olimpiade pada 2000 lalu.

Follow Berita Okezone di Google News

Saya ditemani Sinead Anggia. Gadis 23 tahun ini penduduk asli Sydney dan merupakan penggemar berat Sydney Swans.

"Setiap minggu ketika ada pertandingan saya pasti menonton, olahraga apa pun itu," kata Sinead, demikian dia biasa disapa, ketika berbincang dengan Okezone di ANZ Stadium, Sydney, Australia, Sabtu (29/3/2014).

Australian Football adalah olahraga populer di Negeri Kanguru. Tidak seperti sepakbola di Indonesia, Australian Football memakai bola lonjong. Sekilas, bola tersebut mirip dengan bola rugby, hanya lebih ringan dan dikelir kuning cerah.

Delapan belas pemain dari tiap tim boleh menyentuh bola itu dengan tangan dan kaki. Selama 80 menit pertandingan yang dibagi ke dalam empat babak, mereka berlomba mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Sebuah gol terjadi ketika pemain berhasil menendang bola melewati empat tiang yang berada di kedua ujung lapangan. Dua tiang di tengah lebih tinggi dari dua tiang lain di ujung kanan dan kiri. Seorang pemain mencetak enam poin jika dia berhasil menendang bola melewati dua tiang di tengah tadi. Sementara, pemain hanya mencatat satu poin jika bola melewati ruang antara tiang terluar dengan salah satu tiang di tengah.

Menonton sebuah pertandingan olahraga berskala nasional seperti ini ternyata menyenangkan. Menyaksikan dan mendengarkan suporter kedua tim menyemangati para pemain ikut membuat saya terbawa atmosfer olahraga di Sydney. Bahkan, Sinead yang malam ini mengenakan tank top, skinny pants dan ankle boot serta mengenakan make up tipis tidak malu-malu berteriak menyoraki Swans, tim kesayangannya.

"Come on, jump in!" teriaknya ketika melihat salah satu pemain Swans berhasil menangkap bola.

Saya dan Sinead duduk di tribun yang dipenuhi pendukung Swans. Seperti para pemainnya, para pendukung Swans ini juga mengenakan warna merah dan putih sebagai atribut mereka.

Ketika tim Coolingwood berkesempatan mencetak angka, tiba-tiba terdengar teriakan, "Come on, Pies!" dari tribun kami. Sumber suara ternyata seorang pria berkostum hitam putih, khas pendukung Pies, sebutan Coolingwood.  

Orang-orang di sekitarnya bergeming. Mereka tidak menunjukkan ketidaksukaan karena ada pendukung Pies di tribun pendukung Sydney Swans.

"Di sini semua santai. Antara suporter tidak ada yang berantem hanya karena mendukung tim yang berbeda," ujar Sinead.

Hingga berita ini ditulis, pertandingan sudah memasuki pertengahan kuarter kedua. Skor sementara adalah 31-20 untuk Sydney Swans.

Jam tangan saya menunjukkan pukul 20.25 waktu Sydney. Malam kian dingin. Tapi pertandingan memanas dan pendukung kedua tim tidak berhenti menyoraki skuad kesayangan mereka.

(asm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini