Daftar 5 Cedera yang Sering Dialami Pembalap MotoGP, Nomor 1 Ancam Karier!

Muhammad Fadhil Mubarok, Jurnalis
Senin 02 November 2026 16:19 WIB
Berikut daftar lima cedera yang sering dialami pembalap MotoGP (Foto: Instagram/@marcmarquez93)
Share :

DAFTAR lima cedera yang sering dialami pembalap MotoGP menarik diulas. Sebab, ajang balap motor termasuk cabang olahraga ekstrem dengan tingkat risiko tinggi.

Meski sudah ditopang berbagai aturan keselamatan dan pengamanan, setiap pembalap tetap berpotensi mengalami cedera. Mulai dari ringan hingga berat, semua berpotensi mengakhiri karier seseorang.

Risiko itu tak lepas dari kecepatan yang dicapai di lintasan. Seorang pembalap MotoGP mampu memacu motornya hingga 360 km/jam sehingga kecelakaan pada kecepatan tersebut berpeluang berakibat fatal.

Lantas, cedera apa saja yang paling sering dialami para pembalap MotoGP?

1. Patah Tulang Selangka (Klavikula)

Fraktur atau patah tulang menjadi cedera yang paling sering dialami pembalap MotoGP. Bagian tubuh yang kerap terdampak meliputi lengan, pergelangan tangan, kaki, dan tulang selangka, akibat benturan keras saat pembalap terjatuh.

Dilansir dari laman resmi PubMed Central (PMC), penelitian yang melibatkan Tim Medis MotoGP pada periode 2013-2017 menempatkan cedera ini sebagai fraktur yang paling sering membutuhkan tindakan operasi di bagian tubuh atas, dengan proporsi mencapai 21 persen. Bahkan, ini bisa mengancam karier seorang pembalap!

Arm pump bukan disebabkan oleh otot pembalap yang kurang kuat. Kondisi ini muncul akibat tekanan besar pada lengan saat pembalap melakukan pengereman keras dari kecepatan tinggi.

Tekanan tersebut membuat otot lengan membengkak dan terjepit di dalam jaringan pembungkusnya. Akibatnya, aliran darah terhambat. Pembalap pun merasakan tangan kaku hingga kehilangan tenaga saat mengendalikan motor.

Untuk mengatasinya, sebagian pembalap memilih menjalani operasi fasiotomi. Prosedur medis ini membuka jaringan pembungkus otot agar otot memiliki ruang lebih luas dan tekanan pada lengan berkurang.

3. Cedera Kepala dan Gegar Otak

Cedera kepala masih menjadi salah satu resiko terbesar bagi pembalap MotoGP, meski helm yang dikenakan sudah dirancang dengan teknologi mutakhir. Gegar otak terjadi ketika kepala menghantam keras permukaan lintasan atau benda lain, sehingga otak bergerak di dalam tengkorak.

Dampaknya beragam, mulai dari kehilangan kesadaran, gangguan keseimbangan, hingga pusing. Dalam kasus yang lebih serius, cedera ini bahkan berpotensi merusak otak dalam jangka panjang.

Karena itu, pembalap yang mengalami gegar otak umumnya harus menjalani serangkaian tes medis untuk memastikan kondisinya sebelum diizinkan kembali turun balapan. Salah-salah, nyawa bisa jadi terancam!

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya