APAKAH motor MotoGP pakai bensin? Pertanyaan tersebut selalu menghinggapi benak para penggemar ajang balapan.
MotoGP dikenal sebagai ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Ditenagai mesin prototipe 1000cc yang mampu melesat lebih dari 350 km/jam, performa tinggi tersebut tentu menuntut bahan bakar khusus.
Banyak yang penasaran, apakah bensin yang dipakai motor MotoGP sama dengan bensin di SPBU yang digunakan sepeda motor sehari-hari? Pertanyaan tersebut wajar muncul karena secara kasatmata keduanya tampak serupa, yakni sama-sama cairan bening kekuningan.
Namun, terdapat perbedaan mendasar antara bensin MotoGP dan bensin motor harian, terutama dari sisi kualitas, regulasi, serta fungsinya untuk mesin berperforma tinggi. Apa saja?
Sejak 2024, MotoGP mewajibkan penggunaan bahan bakar yang seluruhnya berasal dari sumber non-fosil, yakni biofuel sintetis. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen ajang tersebut menuju balapan yang lebih ramah lingkungan.
Dengan demikian, bensin yang dipakai di lintasan tidak berasal dari minyak bumi murni. Melainkan, bahan bakar itu dihasilkan melalui proses kimia atau bioteknologi modern.
Meski begitu, spesifikasinya tetap harus menyerupai bensin untuk kendaraan jalan raya. FIM dan Dorna selaku regulator menetapkan batas maksimum oktan, densitas, serta kandungan oksigen tertentu demi menjaga persaingan yang setara antartim.
Dengan kata lain, bensin MotoGP memang berstandar jalan raya. Akan tetapi, bahan bakar itu diproduksi dengan cara berbeda dan dalam pengawasan ketat.
Sementara itu, bensin MotoGP dirancang setara bahan bakar beroktan tinggi, umumnya di atas RON 95. Hal itu agar bahan bakar mampu menahan rasio kompresi mesin balap yang sangat tinggi.
Di samping itu, kualitas bensin MotoGP harus sangat konsisten. Setiap tetesnya diawasi FIA dan FIM sehingga tidak ada variasi yang bisa menguntungkan salah satu tim.