JAKARTA - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengaku tak kaget dirinya terjatuh dan gagal finish di MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuti Mandalika, Minggu (11/10/2026). Pasalnya, ia sudah merasakan kemunduran yang dialami motor tunggangannya dalam 2 tahun terakhir.
Francesco Bagnaia sempat membuat sedikit kemajuan di MotoGP Mandalika 2026. Ia lolos ke Q2 untuk pertama kalinya sehjak MotoGP Belanda pada Juni 2026.
Namun, ia hanya mampu finish di urutan 8 pada sprint race. Pada balapan utama MotoGP Mandalika 2026, Francesco Bagnaia terjatuh pada lap keenam.
“Tidak ada cengkeraman, tidak ada feeling, dan saya pun terjatuh. Begitu saja. Saya tidak terkejut. Saya lambat, dan saya berusaha mengejar Luca untuk menaikkan tekanan ban depan," katanya melansir Crash, Rabu (14/10/2026).
Saat itu, ia tengah berusaha mengejar Luca Marini. Francesco Bagnaia mengaku memaksakan motor tunggangannya itu terlalu keras. "Akhirnya saya terjatuh,” katanya.
Francesco Bagnaia mengungkapkan kepada Sky Italy, masalah cengkeraman ban belakang yang ia alami bersama Ducati terasa jauh lebih parah di Mandalika.
"Ya, sayangnya, kemunduran yang kami alami dalam dua tahun terakhir sangat terasa di sirkuit ini, di mana kecepatan dan cengkeraman sangat dibutuhkan,” tambahnya.
“Kami tidak lagi memiliki koneksi yang baik dengan bukaan gas. Di sirkuit seperti ini, hal itu sangat terlihat dampaknya," ucapnya.
Ia mengaku, masalah yang dialaminya adalah kurangnya cengkeraman pada ban belakang. Padahal, karakter Sirkuit Mandalika memiliki tingkat cengkeraman yang optimal.
“Saya melihat dari data bahwa, secara umum, pembalap Ducati lainnya tampaknya memiliki cengkeraman yang sedikit lebih baik, meskipun kondisi mereka pun sebenarnya belum ideal,” kata Francesco Bagnaia.
(Erha Aprili Ramadhoni)