Bos Ducati Yakin Aprilia Bakal Terapkan Team Order Dukung Jorge Martin Juara MotoGP 2026

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 03:23 WIB
Bos Ducati Yakin Aprilia Bakal Terapkan Team Order Dukung Jorge Martin Juara MotoGP 2026 (Aprilia Racing)
Share :

JAKARTA - Bos Ducati Lenovo, Davide Tardozzi meyakini Aprilia Racing bakal menerapkan team order untuk mendukung Jorge Martin dalam perebutan gelar juara MotoGP 2026. Ia menilai strategi itu masuk akal. 

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, kini kembali ke posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai MotoGP Mandalika. Ia mengumpulkan 355 poin, unggul 2 poin dari pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez yang berada di posisi dua. 

Pada MotoGP Mandalika 2026, Marc Marquez berhasil menjuarai sprint race dan finish di urutan keenam pada balapan utama. Sementara Jorge Martin menempati urutan 4 pada sprint race dan finis di posisi 3 saat balapan utama. 

"Datang dengan selisih dua poin di belakang Martin dan tetap tertinggal dua poin saat meninggalkan sirkuit adalah sebuah keberhasilan bagi kami," ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

"Masalah sebenarnya adalah Aprilia terbukti jauh lebih unggul, terutama di sini (Mandalika-red). Jika kami bisa bertahan (pada balapan berikutnya-red) di Australia, menurut saya Kejuaraan Dunia masih bisa kami kendalikan," ujarnya. 

Marco Bezzecchi beraksi di MotoGP Mandalika 2026 (Foto: Instagram/@aprilia)

Team Order

Aprilia telah mengisyaratkan bahwa team order tidak akan diberlakukan selama pembalap mereka secara matematis masih dalam persaingan perebutan gelar juara dunia.

Tardozzi yakin hal itu akan terjadi. Mengingat pengalamannya saat terlibat dalam instruksi 'Mapping 8' Ducati kepada Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar tahun 2017, ia mengakui dirinya akan melakukan hal yang sama.

"Saya yakin cepat atau lambat Aprilia akan mengeluarkan team order. Hal itu terasa tepat dan logis bagi saya dan saya akan melakukannya," ujar Tardozzi.

Hanya delapan pembalap teratas yang secara matematis masih dalam persaingan perebutan gelar juara setelah balapan di Mandalika.

Jika Ducati menerapkan pendekatan yang sama seperti Aprilia, mereka sudah memiliki tiga pembalap—Pecco Bagnaia, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli. Ketiganya secara matematis sudah tersingkir dari persaingan gelar dan karenanya bisa diminta untuk membantu Marquez jika situasinya memungkinkan.

Namun, rekan setim Marquez di tim pabrikan, Bagnaia, belum pernah naik podium sejak jeda musim panas; Morbidelli jarang menembus posisi sepuluh besar; dan sesama pembalap GP25, Aldeguer, mengalami patah tulang tangan kanan pada hari Minggu.

 

Sementara itu, keempat pembalap Aprilia masih berada dalam jangkauan perolehan poin maksimal (185 poin) yang tersedia di lima seri terakhir. Angka maksimal tersebut akan turun menjadi 148 poin setelah seri Phillip Island, lalu menjadi 111 poin setelah Sepang.

Raul Fernandez saat ini menjadi pembalap yang paling mendekati batas eliminasi matematis, tertinggal 119 poin dari Martin; sementara rekan setimnya di Trackhouse, Ai Ogura, tertinggal 96 poin, dan Bezzecchi tertinggal 46 poin di posisi ketiga klasemen umum.

Namun, langkah itu akan merugikan peringkat kejuaraannya sendiri sekaligus mengurangi perolehan poin tim Trackhouse.

Situasi mengenai instruksi tim ini menjadi lebih rumit karena, meskipun Fernandez dan Bezzecchi sama-sama akan menjadi pembalap Aprilia pada tahun 2027, Martin dan Ogura justru akan pindah ke Yamaha.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya