KISAH atlet teqball Indonesia, Sumaya menarik perhatian pencinta olahraga Tanah Air. Pasalnya Sumaya yang dulunya dikenal sebagai atlet takraw, kini justru sukses menyumbangkan medali perak Asian Games 2026 untuk Indonesia pada cabang olahraga (cabor) teqball.
Sosok atlet asal Bengkalis, Riau, bernama Sumaya, berhasil mencatatkan sejarah manis dengan mempersembahkan medali perak. Pencapaian ini terasa sangat luar biasa karena diraih pada penampilan pertamanya dalam ajang multi-event tingkat benua tersebut.
Hebatnya lagi, prestasi gemilang ini dicapai di tengah perjalanan kariernya yang masih sangat belia di cabang olahraga teqball. Atlet kelahiran 18 Agustus 2005 itu tercatat baru menekuni olahraga menggunakan meja melengkung tersebut selama kurang lebih dua tahun.
Sebelum mendedikasikan dirinya untuk teqball, Sumaya merupakan seorang atlet sepak takraw berpengalaman. Latar belakang inilah yang menjadi modal utamanya dalam beradaptasi dengan teknik dan aturan permainan teqball yang dinamis.
"Kebetulan sekali saya dulu adalah pemain sepak takraw. Perbedaan sepak takraw dan teqball itu dari segi sentuhannya. Kalau di takraw itu boleh sentuhannya seperti di kanan, kalau di teqball itu harus pakai paha, atau dada, kepala, tidak boleh dengan anggota tubuh yang sama," ungkap Sumaya, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (2/10/2026).
Sumaya juga menambahkan tantangan unik dari teqballlah yang membuatnya jatuh hati.
"Lapangan juga berbeda, lebih kecil, bolanya lebih besar dan peraturannya juga lebih sulit. Itu yang membuat saya tertarik sama teqball dan juga lebih menantang," tambahnya.
Demi menguasai olahraga baru tersebut dengan sempurna, Sumaya mendedikasikan seluruh waktunya untuk berlatih secara disiplin. Rutinitas harian yang padat dijalaninya tanpa kenal lelah demi mendongkrak performa di atas lapangan.
"Saya terus berlatih. Hidup saya untuk teqball. Setiap hari, pagi, siang, dan sore," sambung Sumaya.
Puncak perjuangannya tersaji di Nagoya City Higashi Sports Center pada Sabtu 19 September 2026, di mana Sumaya bertarung habis-habisan di partai final nomor Women's Singles meski akhirnya harus puas mengamankan medali perak.
"Pertandingan kemarin sangat sengit, saya sudah melakukan yang terbaik, tapi kemenangan belum berpihak kepada saya," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)