RUMOR panas sempat melanda kubu Tim Scuderia Ferrari setelah muncul pemberitaan dari media Italia, Corriere della Sera. Media tersebut mengeklaim pembalap andalan Ferrari, Lewis Hamilton, mendesak Tim Prinsipal, Fred Vasseur untuk melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran staf operasional.
Isu tersebut juga sempat menyebutkan hubungan kerja antara juara dunia tujuh kali itu dengan sang prinsipal tim mulai merenggang akibat tekanan performa di lintasan. Merespons kabar miring yang beredar luas ini, pembalap asal Inggris tersebut akhirnya angkat bicara untuk meluruskan situasi.
Melalui unggahan di cerita Instagram pribadinya, Hamilton dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang menyebut dirinya meminta pemecatan atau pergantian personel di dalam garasinya. Ia menegaskan narasi tersebut sama sekali tidak berlandaskan kebenaran.
“Saya telah melihat beberapa berita yang beredar dan saya ingin memperjelasnya di sini. Saya tidak pernah meminta siapa pun di tim saya untuk diganti,” tegas Hamilton, dikutip dari Crash, Kamis (17/9/2026).
Pembalap berusia 41 tahun itu justru memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja orang-orang di sekitarnya yang terus berjuang tanpa kenal lelah. Menurutnya, dedikasi dari para kru merupakan motor penggerak utama bagi kemajuan tim dalam mengarungi musim kompetisi yang ketat.
“Setiap orang yang bekerja bersama saya bekerja keras setiap hari, dan dedikasi merekalah yang menggerakkan kita maju,” sambung Hamilton.
Lebih lanjut, Hamilton menekankan komitmennya untuk selalu menciptakan lingkungan kerja yang suportif alih-alih menciptakan perpecahan. Ia selalu berupaya mendampingi rekan-rekan setimnya agar mampu mengerahkan potensi terbaik mereka di setiap akhir pekan balap.
“Saya selalu berusaha untuk memberdayakan dan mengangkat orang-orang agar menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri atau setidaknya melihat yang terbaik dalam diri mereka,” pungkasnya.
Isu internal ini muncul di tengah periode yang cukup menantang bagi Hamilton, terutama setelah ia harus menerima pil pahit berupa Did Not Finish (DNF) pertamanya musim ini pada F1 GP Spanyol 2026 akibat masalah pada sistem pengereman mobil Ferrarinya.
Hasil minor tersebut menjadi pukulan telak bagi ambisi perebutan gelar juara dunia tahun ini, mengingat posisinya kini tertinggal jauh 101 poin dari pimpinan klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli, yang tampil dominan bersama Mercedes.
Menyadari selisih poin yang terlampau lebar, Hamilton secara terbuka mengakui peluangnya untuk meraih gelar juara dunia kedelapannya telah tertutup. Ia bahkan menyebut tidak akan ada lagi pihak yang mampu membendung dominasi Mercedes dan Antonelli musim ini.
Meski demikian, posisi Hamilton di tabel klasemen masih tergolong kompetitif di peringkat ketiga dengan koleksi 191 poin, unggul 24 angka dari rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc.
(Rivan Nasri Rachman)